SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT
1. Latar Belakang
Rumah sakit sebagai suatu lembaga sosial yang memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat, memiliki sifat sebagai suatu lembaga yang tidak ditujukan untuk mencari
keuntungan atau non profit organization. Walaupun demikian kita tidak dapat menutup mata
bahwa dibutuhkan aiatem informasi di dalam intern rumah sakit.
Rumah Sakit sebagai salah satu organisasi pelayanan di bidang kesehatan telah memiliki
otonomi,sehingga pihak rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang sebaikbaiknya
dengan manajemen yang seefektif mungkin. Hal ini disebabkan oleh setiap
pengambilan keputusan yang tidak tepat akan berakibat pada inefisiensi dan penurunan
kinerja rumah sakit.
Hal tersebut dapat menjadi kendala jika informasi yang tersedia tidak mampu
memberikan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan. Kecanggihan
teknologi bukan merupakan suatu jaminan akan terpenuhinya informasi, melainkan sistem
yang terstruktur, handal dan mampu mengakodomodasi seluruh informasi yang dibutuhkan
yang harus dapat menjawab tantangan yang dihadapi.
Integrasi Sistem Informasi Rumah Sakit merupakan applikasi yang di develop untuk
kebutuhan management Rumah Sakit baik swasta maupun negeri, dimana sistem ini sudah di
dukung dengan fitur dan modul yang lengkap untuk operasional Rumah Sakit
Dengan adanya applikasi ini di harapkan dapat membantu operasional rumah sakit dan
dapat meningkatkan pelayanan rumah sakit.
2. Tujuan
Tujuan pengembangan sistem informasi ini tak lain adalah untuk :
1. Mengembangkan dan memperbaiki sistem yang telah ada sehingga memberikan suatu nilai
tambah bagi manajemen;
2. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam rangka pengelolaan rumah sakit;
3. Memberikan dasar pengawasan bagi manajemen yang kuat dalam bentuk suatu struktur
pengendalian intern didalam sistem yang dikembangkan.
3. Ruang Lingkup Sistem Informasi Kesehatan
Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan, mencakup pengelolaan
informasi dalam lingkup manajemen pasien (front office management). Lingkup ini antara
lain sebagai berikut:
1. Registrasi Pasien, yang mencatat data/status pasien untuk memudahkan pengidentifikasian
maupun pembuatan statistik dari pasien masuk sampai keluar. Modul ini meliputi
pendaftaran pasien baru/lama, pendaftaran rawat inap/jalan, dan info kamar rawat inap.
2. Rawat Jalan/Poliklinik yang tersedia di rumah sakit, seperti: penyakit dalam, bedah, anak,
obstetri dan ginekologi, KB, syaraf, jiwa, THT, mata, gigi dan mulut, kardiologi,
radiologi, bedah orthopedi, paru-paru, umum, UGD, dan lain-lain sesuai kebutuhan.
Modul ini juga mencatat diagnose dan tindakan terhadap pasien agar tersimpan di dalam
laporan rekam medis pasien.
3. Rawat Inap. Modul ini mencatat diganosa dan tindakan terhadap pasien, konsultasi dokter,
hubungan dengan poliklinik/penunjang medis.
4. Penunjang Medis/Laboratorium, yang mencatat informasi pemeriksaan seperti: ECG, EEG,
USG, ECHO, TREADMIL, CT Scan, Endoscopy, dan lain-lain.
5. Penagihan dan Pembayaran, meliputi penagihan dan pembayaran untuk rawat jalan, rawat
inap dan penunjang medis (laboratorium, radiologi, rehab medik), baik secara langsung
maupun melalui jaminan dari pihak ketiga/asuransi/JPKM. Modul ini juga mencatat
transaksi harian pasien (laboratorium, obat, honor dokter), daftar piutang, manajemen
deposit dan lain-lain.
6. Apotik/Farmasi, yang meliputi pengelolaan informasi inventori dan transaksi obat-obatan.
Melalui lingkup manajemen pasien tersebut dapat diperoleh laporanlaporan mengenai:
1. Pendapatan rawat inap dan jalan secara periodik (harian, bulanan dan tahunan),
2. Penerimaan kasir secara periodik,
3. Tagihan dan kwitansi pembayaran pasien,
4. Rekam medis pasien,
5. Data kegiatan rumah sakit dalam triwulan
6. Data morbiditas pasien rawat inap
7. Data morbiditas pasien rawat jalan
8. Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat inap
9. Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat jalan
10. Penerimaan kasir pada bagian farmasi/apotik,
11. Pembelian kasir pada bagian farmasi/apotik,
12. Manajemen ketersediaan obat pada bagian farmasi/apotik,
13. Grafik yang menunjang dalam pengambilan keputusan.
Untuk memudahkan penyajian informasi tersebut, maka laporan-laporan tersebut
dapat diekspor ke berbagai macam format antara lain:
1. Comma separated value (CSF),
2. Data Interchange Format (DIF),
3. Excel (XLS versi 2.1, 3.0, 4.0, 5.0, dan 5.0 tabular),
4. HTML 3.0 (draft standard), 3.2 (extended & standard),
5. Lotus 1-2-3 (WK1, WK3, WK5),
6. ODBC,
7. Rich Text Format (RTF),
8. ext,
9. Word for Windows Document.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi kesehatan merupakan
sebuah sarana sebagai penunjang pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.
Sistem informasi kesehatan yang efektif memberikan dukungan informasi bagi proses
pengambilan keputusan di semua jenjang, bahkan di puskesmas atau rumah sakit kecil
sekalipun. Bukan hanya data, namun juga informasi yang lengkap, tepat, akurat, dan cepat
yang dapat disajikan dengan adanya sistem informasi kesehatan yang tertata dan terlaksana
dengan baik.
Function
a. Subsistem Layanan Kesehatan, yang mengelola kegiatan layanan kesehatan.
b. Subsistem Rekam Medis, yang mengelola data pasien.
c. Subsistem Personalia, yang mengelola data maupun aktivitas tenaga medis maupun tenaga
administratif rumah sakit.
d. Subsistem Keuangan, yang mengelola data-data dan transaksi keuangan.
e. Subsistem Sarana/Prasarana, yang mengelola sarana dan prasarana yang ada di dalam
rumah sakit tersebut, termasuk peralatan medis, persediaan obat-obatan dan bahan habis
pakai lainnya.
f. Subsistem Manajemen Rumah Sakit, yang mengelola aktivitas yang ada didalam rumah
sakit tersebut, termasuk pengelolaan data untuk perencaan jangka panjang, jangka pendek,
pengambilan keputusan dan untuk layanan pihak luar.
Ke 6 subsistem tersebut diatas kemudian harus dijabarkan lagi ke dalam modul-modul
yang sifatnya lebih spesifik. Subsistem Layanan Kesehatan dapat dijabarkan lebih lanjut
menjadi:
a. Modul Rawat Jalan, yang mengelola data-data dan aktivitas layanan medis rawat jalan.
b. Modul Rawat Inap, yang mengelola data-data dan aktivitas layanan medis rawat inap.
c. Modul Layanan Penunjang Medis, termasuk didalamnya tindakan medis, pemeriksaan
laboratorium
Kamis, 03 Februari 2011
MANAJEMEN SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN
MANAJEMEN SISTEM INFORMASI PENDIDIKAN
Manajemen yang secara umum artinya pengendalian dan pemanfaatan semua faktor dan
sumber daya yang diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu prapta (objective)atau tujuan-tujuan tertentu Atmosudirdjo (1986:158). Sedangkan menurut Siagian (1989:5)manajemen dapat didefinisikan sebagai kemampuan atau ketrampilan untuk memperolehsesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain. menurutTerry dalam Manullang (2005:1) manajemen adalah pencapaian tujuan yang ditetapkanterlebih dahulu dengan mempergunakan kegiatan orang lain. Jadi dapat disimpulkanmanajemen adalah suatu pengendalian dan pengawasan kegiatan / aktivitas orang ataukelompok orang dalam mencapai suatu tujuan tertentu.
Sistem adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan dan saling bekerjasama
untuk mencapai beberapa tujuan. Sebuah sistem terdiri dari bagian–bagian saling berkaitanyang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran, berarti sebuah sistem bukanlahseperangkat unsur yang tersusun secara tak teratur, tetapi terdiri dari unsur yang dapat dikenalsebagai bagian yang saling melengkapi karena mempunyai sasaran dan tujuan yang sama.Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagipenerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang.
Menurut UU No. 20 tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkanpotensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsadan negara.
Sedangkan pendidikian pada dasarnya adalah proses komunikasi yang di dalamnya
mengandung transformasi pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan-keterampilan, di dalamdan di luar sekolah yang berlangsung sepanjang hayat, dan generasi ke generasi.
Manajemen sistem informasi pendidikan adalah sistem yang didisain untuk kebutuhan
manajemen dalam upaya mendukung fungsi-fungsi dan aktivitas manajemen pada suatu
organisasi pendidikan. Maksud dilaksanakannya manajemen sistem informasi pendidikan
adalah sebagai pendukung kegiatan fungsi manajemen seperti planning, organizing, staffing,directing, evaluating, coordinating, dan budgeting dalam rangka menunjang tercapainya sasaran dan tujuan fungsi-fungsi operasional dalam organisasi pendidikan.
Dalam kenyataannya, sistem informasi sering dikaitkan dengan teknologi, dengan
komputer khususnya. Sesungguhnya yang dimaksud sistem informasi tidak harus melibatkankomputer, sistem informasi yang menggunakan komputer biasa disebut sistem informasiberbasis komputer (computer based information system atau CBIS), tetapi dalam prakteknya sistem informasi lebih sering dikait-kaitkan dengan komputer. Berikut beragam definisi sistem informasi :
1. Turban, McLean, dan Wetherbe (1999)
Sistem informasi adalah sebuah sistem informasi yang mempunyai fungsi mengumpulkan,
memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang
spesifik.
2. Bodnar dan HopWood (1993)
Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan lunak yang dirancang untuk
mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.
3. Alter (1992)
Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologiinformasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah perusahaan.
Pada dasarnya suatu sistem informasi dibangun dengan beberapa tahap pengembangan
serta melibatkan sumber daya dari beberapa disiplin ilmu yang berbeda, baik sisi manajemen,teknologi informasi, keuangan, dan lain sebagainya. Salah satu hasil produk pembangunansistem informasi adalah suatu perangkat lunak yang terpadu, ditambah dengan tata aturanyang diterapkan untuk mengelola sistem sehingga tujuan dari suatu sistem dapat tercapai.
Pembangunan suatu sistem informasi baik dalam skala besar maupun kecil, tetap
membutuhkan langkah-langkah tersusun dan terkoordinasi karena pembangunan sistem
informasi merupakan suatu proyek pengembangan memiliki tujuan sehingga sistem informasidapat berjalan dengan baik.
Sistem informasi memiliki 5 komponen utama pembentuk yaitu :
1. Komponen Perangkat Keras (Hardware)
2. Komponen Perangkat Lunak (Software)
3. Komponen Sumber Daya Manusia (Brainware)
4. Komponen Jaringan komputer (Netware)
5. Komponen Sumber Daya Data (Dataware)
Ide membangun sistem informasi pada dasarnya merupakan ide ringan akan tetapi
dengan keterlibatan beberapa unsur yang mendukung atas pembangunan tersebut, ide tersebutakan berkembang menjadi kompleks ataupun sangat kompleks.
Agar kita dapat mengembangkan ide sistem informasi tersebut menjadi suatu karya maka
jawabannya adalah ide tersebut perlu dikembangkan dengan dukungan perangkat
pengembangan sistem informasi, serta perlu mengembangkan ide tersebut dalam tahap-tahap pembangunan sistem informasi.
Seperti yang kita ketahui ide membangun sistem informasi sekolah sangat erat dengan
konsep dasar dari sistem pendidikan. Di Indonesia, sistem pendidikan menurut Undangundangnomor 20 tahun 2003 dikatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencanauntuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,masyarakat, bangsa dan negara.
Berdasarkan jenjang pendidikan yang di dapat terdiri atas 3 (tiga) klasifikasi yaitu
pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi. Jenjang pendidikan dasar yang kita
ketahui terdiri atas pendidikan sekolah dasar / Madsarah Ibtidaiyah dan sekolah tingkat pertama / Madrasah tsanawiyah. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan, sedang bentuk dari Pendidikan menengah dapat berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.Adapun Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.
Nah, sekarang bagaimana kita mendefinisikan konsep atas ide kita yaitu membangun
sistem informasi pendidikan karena dari masing-masing jenjang pendidikan tersebut di atas,pendekatan atas sistem informasi tentu akan berbeda, karena peraturan yang memayungi masing-masing jenjang pendidikan tersebut tentunya berbeda yang masing-masing dikelola oleh suatu peraturan pemerintah. Mari kita definisikan satu saja jenjang pendidikan yang akan kita wujudkan menjadi
suatu sistem aplikasi yaitu : Bagaimana membangun sistem informasi pendidikan menengah,yaitu Bagaimana sistem informasi pendidikan menengah dapat kita implementasi baik diSekolah Menengah Atas ataupun kejuruan seperti Madrasah Aliyah atau Sekolah MenengahKejuruan.
Dari konsep dasar tersebut di atas, dapat kita melihat bahwa untuk suasana belajar dan
proses pembelajaran terdapat 3 (tiga) hal penting yaitu :
1. Adanya Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensidiri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikantertentu.
2. Adanya mata pelajaran yang akan di pelajari, dan
3. Adanya Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen,konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Dengan demikian kita akan melihat 3 (tiga) domain utama, yang apabila digambarkan
secara sederhana dalam bentuk himpunan dan irisan himpunan maka akan terbentuk sebagai berikut :
Gambar 1. himpunan relasi antar domain
Dari himpunan relasi antar domain proses pembelajaran, terlihat beberapa hubungan yang
teriris antar domain tersebut seperti :
1. Bahwa hubungan himpunan guru terhadap murid akan berupa suatu bimbingan dan
counseling;
2. Hubungan antara guru dengan mata pelajaran akan berbentuk kebutuhan akan silabus
pembelajaran atau garis-garis besar haluan pembelajaran.
3. Hubungan antara siswa dengan mata pelajaran akan berbentuk rencana belajar yang ingin di ambil masing-masing tingkat pembelajaran; serta
4. Hubungan antara ketiga domain tersebut akan berbentuk pertemuan dan tatap muka saat proses belajar dilaksanakan.
Domain utama dari unsur proses belajar tersebut di atas, tentunya akan memiliki batas yang menaunginya yaitu :
1. Peran orang tua siswa yang dalam proses belajar mengajar merupakan salah satu unsur yang memberikan arahan bagi siswa dalam menyelesaikan proses belajarnya. Adapun fungsi kontrol atas proses belajar dan mengajar ini peran orang tua siswa di wujudkan menjadi suatu komite sekolah yang tugas dan fungsinya mengontrol semua sistem yang terdapat di sekolah, dari pihak eksternal, serta mempromosikan sekolah ke lingkungan luar sekolah, melakukan rapat dengan para orang tua siswa baik di awal penerimaan siswa baru maupun rapat yang ada kaitannya di luar sekolah.
2. Peran Depdiknas
3. Lingkungan sekolah yang merupakan batas yang dapat memberikan kontribusi langsung
maupun tidak langsung terhadap kualitas pendidikan tersebut.
4. Sarana dan Prasarana yang ada di sekolah tersebut dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem yang ada disekolah tersebut, dan merupakan salah satu pendukung perkembangan sekolah.
5. Standarisasi dan pengawasan merupakan salah satu point penting yang memberikan
dukungan sistem sekolah ke arah yang lebih baik.
6. Dana Pendidikan
Dari tahapan pendefinisian ide tersebut di atas, dapat dilihat bahwa dari suatu ide
sederhana yaitu membangun sistem informasi sekolah dapat menjadi berubah menjadi suatu konsep yang kompleks.
Menurut sumber lain, dunia pendidikan Indonesia, ternyata masih banyak sekali yang
belum bisa merasakan apa itu pendidikan. Hal yang menarik adalah ketatnya peraturan
pemerintah mengenai standarisasi nilai kelulusan yang setiap tahunnya selalu naik, ide yang bagus untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, tapi mereka yang duduk di sana tidak menoleh ke belakang apa yang seharusnya dibutuhkan masyarakat.
“Seandainya saya diangkat sebagai Mentri Depertemen Perencanaan dan Perancangan Sistem Informasi Nasional. Saya akan mengubah Sistem pendidikan yang ada di indonesia menjadi Sistem Informasi Pendidikan Terkomputerisasi”(Penulis artikel dari sumber yang bersangkutan). Ada beberapa hal yang menarik yang perlu kita pertimbangkan, Yaitu :
1. Metode pelajaran yang berbeda antara di kota dan di desa.
2. Kurangnya pemerataan pendidikan.
3. Banyak kebijakan/aturan pendidikan yang mengalami perubahan yang tidak jelas.
4. Dunia pendidikan sangat tertinggal dibandingkan dengan perkembanan teknologi
dinformasi dalam perkembangan zaman.
5. Metode pembelajaran yang masih baku dalam arti pelajar masih kurang komunikatif dan inspiratif dalam mengemukakan komentarnya. Pelajar hanya mendengarkan dan selalu
berorientasi hanya kepada guru saja.
6. Tidak adanya pertukaran informasi, pengetahuan dan sumber daya antara sekolah yang satu dengan yang lainnya (tidak adanya networking dalam membangun dunia
pendidikan).
7. Kurangnya fasilitas sarana dan prasarana pendidikan yang berbasis teknologi.
8. Sumber daya manusia yang terlibat dalam proses pendidikan belum mempunyai
kemampuan multi dimensi yang dapat merangsang multi intelensia pelajar.
Untuk itu diperlukan satu wadah yang mampu menampung Aspirasi tersebut. Suatu
lembaga pendidikan yang mampu mengatasi persoalan masyarakat. Lembaga yang ditunjuk
yang berada dipusat.
Inspirasi yang timbul dalam diri saya adalah setiap sekolah diberikan fasilitas teknologi komputerisasi yang nantinya akan membangun suatu situs web masing-masing sekolah. Web ini akan berisikan keadaan sekolah baik secara fisik maupun non fisik, sarana dan prasarana saat ini termasuk teknologinya, jumlah guru dan murid sehingga setiap sekolah nantinya bisa bertukar informasi satu sama lainnya.
Selanjutnya situs web ini akan ditampung dalam satu server yang terletak di provinsi
masing-masing yang terhubung dengan daerahnya. Kemudian seluruh propinsi ini
mengumpulkan situs web sekolah ke lembaga yang ditunjuk tadi sehingga terkumpul menjadi satu web nasional. Disinilah Link seluruh sekolah yang ada di Indonesia, disini pulalah kita bisa bertukar informasi mengenai sekolah masing-masing.
Dari pembahasan mengenai istilah manajemen sistem informasi ini, kita bisa mengetahui aspek-aspek yang diperlukan dalam membangun sistem tersebut.
Sumber :
Davis, G., and M. Olson, Management Information Systems, 1984.Manajemen
Pendidikan Indonesia.
http://visiquantum.blogspot.com/2008/08/manajemen-sistem-informasi-pendidikan.html
http://www.rekasel.com/download/Simpedu.pdf
http://www.vitraining.com/products/CIVITAS2x%20%20Academic%20Information%20S
ystem/Brosur%20Civitas2x.pdf
http://oyowartoyo.files.wordpress.com/2008/07/msp304-tugas-1-kebijakan-manajemensistem-
pendidikan1.pdf
http://www.cs.ui.ac.id/staf/zhasibua/2007003.pdf
http://pdfdatabase.com/download_file_i.php?qq=pengertian%20manajemen%20sistem%
20informasi%20pendidikan&file=13086126&desc=Draft+Sistem+Informasi+.doc
http://www.ditplb.or.id/files/SI_PLB.pdf
http://www.scribd.com/doc/3846099/MANAJEMEN-SISTEM-EVALUASI-PENDIDIKAN
http://mmt.its.ac.id/library/?p=4767
http://www.scribd.com/doc/8336496/Analisis-Peranan-Sistem-Informasi-Manajemen-
Berbasis-Komputer-Dalam-Proses-Pengambilan
http://mugi.or.id/blogs/oke/archive/2008/09/12/membangun-sistem-informasipendidikan-
bagian-i-dari-banyak-tulisan.aspx
http://cumyzigar.blogspot.com/2008/01/sistem-informasi-pendidikan.html
http://blog.re.or.id/konsep-dasar-sistem-informasi-definisi-sistem-informasi.htm
Sumber : Wahyu Widianingsih, UNY 2009
Manajemen yang secara umum artinya pengendalian dan pemanfaatan semua faktor dan
sumber daya yang diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu prapta (objective)atau tujuan-tujuan tertentu Atmosudirdjo (1986:158). Sedangkan menurut Siagian (1989:5)manajemen dapat didefinisikan sebagai kemampuan atau ketrampilan untuk memperolehsesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain. menurutTerry dalam Manullang (2005:1) manajemen adalah pencapaian tujuan yang ditetapkanterlebih dahulu dengan mempergunakan kegiatan orang lain. Jadi dapat disimpulkanmanajemen adalah suatu pengendalian dan pengawasan kegiatan / aktivitas orang ataukelompok orang dalam mencapai suatu tujuan tertentu.
Sistem adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan dan saling bekerjasama
untuk mencapai beberapa tujuan. Sebuah sistem terdiri dari bagian–bagian saling berkaitanyang beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran, berarti sebuah sistem bukanlahseperangkat unsur yang tersusun secara tak teratur, tetapi terdiri dari unsur yang dapat dikenalsebagai bagian yang saling melengkapi karena mempunyai sasaran dan tujuan yang sama.Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagipenerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang.
Menurut UU No. 20 tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkanpotensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsadan negara.
Sedangkan pendidikian pada dasarnya adalah proses komunikasi yang di dalamnya
mengandung transformasi pengetahuan, nilai-nilai dan keterampilan-keterampilan, di dalamdan di luar sekolah yang berlangsung sepanjang hayat, dan generasi ke generasi.
Manajemen sistem informasi pendidikan adalah sistem yang didisain untuk kebutuhan
manajemen dalam upaya mendukung fungsi-fungsi dan aktivitas manajemen pada suatu
organisasi pendidikan. Maksud dilaksanakannya manajemen sistem informasi pendidikan
adalah sebagai pendukung kegiatan fungsi manajemen seperti planning, organizing, staffing,directing, evaluating, coordinating, dan budgeting dalam rangka menunjang tercapainya sasaran dan tujuan fungsi-fungsi operasional dalam organisasi pendidikan.
Dalam kenyataannya, sistem informasi sering dikaitkan dengan teknologi, dengan
komputer khususnya. Sesungguhnya yang dimaksud sistem informasi tidak harus melibatkankomputer, sistem informasi yang menggunakan komputer biasa disebut sistem informasiberbasis komputer (computer based information system atau CBIS), tetapi dalam prakteknya sistem informasi lebih sering dikait-kaitkan dengan komputer. Berikut beragam definisi sistem informasi :
1. Turban, McLean, dan Wetherbe (1999)
Sistem informasi adalah sebuah sistem informasi yang mempunyai fungsi mengumpulkan,
memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang
spesifik.
2. Bodnar dan HopWood (1993)
Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan lunak yang dirancang untuk
mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.
3. Alter (1992)
Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologiinformasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah perusahaan.
Pada dasarnya suatu sistem informasi dibangun dengan beberapa tahap pengembangan
serta melibatkan sumber daya dari beberapa disiplin ilmu yang berbeda, baik sisi manajemen,teknologi informasi, keuangan, dan lain sebagainya. Salah satu hasil produk pembangunansistem informasi adalah suatu perangkat lunak yang terpadu, ditambah dengan tata aturanyang diterapkan untuk mengelola sistem sehingga tujuan dari suatu sistem dapat tercapai.
Pembangunan suatu sistem informasi baik dalam skala besar maupun kecil, tetap
membutuhkan langkah-langkah tersusun dan terkoordinasi karena pembangunan sistem
informasi merupakan suatu proyek pengembangan memiliki tujuan sehingga sistem informasidapat berjalan dengan baik.
Sistem informasi memiliki 5 komponen utama pembentuk yaitu :
1. Komponen Perangkat Keras (Hardware)
2. Komponen Perangkat Lunak (Software)
3. Komponen Sumber Daya Manusia (Brainware)
4. Komponen Jaringan komputer (Netware)
5. Komponen Sumber Daya Data (Dataware)
Ide membangun sistem informasi pada dasarnya merupakan ide ringan akan tetapi
dengan keterlibatan beberapa unsur yang mendukung atas pembangunan tersebut, ide tersebutakan berkembang menjadi kompleks ataupun sangat kompleks.
Agar kita dapat mengembangkan ide sistem informasi tersebut menjadi suatu karya maka
jawabannya adalah ide tersebut perlu dikembangkan dengan dukungan perangkat
pengembangan sistem informasi, serta perlu mengembangkan ide tersebut dalam tahap-tahap pembangunan sistem informasi.
Seperti yang kita ketahui ide membangun sistem informasi sekolah sangat erat dengan
konsep dasar dari sistem pendidikan. Di Indonesia, sistem pendidikan menurut Undangundangnomor 20 tahun 2003 dikatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencanauntuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,masyarakat, bangsa dan negara.
Berdasarkan jenjang pendidikan yang di dapat terdiri atas 3 (tiga) klasifikasi yaitu
pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi. Jenjang pendidikan dasar yang kita
ketahui terdiri atas pendidikan sekolah dasar / Madsarah Ibtidaiyah dan sekolah tingkat pertama / Madrasah tsanawiyah. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan, sedang bentuk dari Pendidikan menengah dapat berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.Adapun Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.
Nah, sekarang bagaimana kita mendefinisikan konsep atas ide kita yaitu membangun
sistem informasi pendidikan karena dari masing-masing jenjang pendidikan tersebut di atas,pendekatan atas sistem informasi tentu akan berbeda, karena peraturan yang memayungi masing-masing jenjang pendidikan tersebut tentunya berbeda yang masing-masing dikelola oleh suatu peraturan pemerintah. Mari kita definisikan satu saja jenjang pendidikan yang akan kita wujudkan menjadi
suatu sistem aplikasi yaitu : Bagaimana membangun sistem informasi pendidikan menengah,yaitu Bagaimana sistem informasi pendidikan menengah dapat kita implementasi baik diSekolah Menengah Atas ataupun kejuruan seperti Madrasah Aliyah atau Sekolah MenengahKejuruan.
Dari konsep dasar tersebut di atas, dapat kita melihat bahwa untuk suasana belajar dan
proses pembelajaran terdapat 3 (tiga) hal penting yaitu :
1. Adanya Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensidiri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikantertentu.
2. Adanya mata pelajaran yang akan di pelajari, dan
3. Adanya Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen,konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.
Dengan demikian kita akan melihat 3 (tiga) domain utama, yang apabila digambarkan
secara sederhana dalam bentuk himpunan dan irisan himpunan maka akan terbentuk sebagai berikut :
Gambar 1. himpunan relasi antar domain
Dari himpunan relasi antar domain proses pembelajaran, terlihat beberapa hubungan yang
teriris antar domain tersebut seperti :
1. Bahwa hubungan himpunan guru terhadap murid akan berupa suatu bimbingan dan
counseling;
2. Hubungan antara guru dengan mata pelajaran akan berbentuk kebutuhan akan silabus
pembelajaran atau garis-garis besar haluan pembelajaran.
3. Hubungan antara siswa dengan mata pelajaran akan berbentuk rencana belajar yang ingin di ambil masing-masing tingkat pembelajaran; serta
4. Hubungan antara ketiga domain tersebut akan berbentuk pertemuan dan tatap muka saat proses belajar dilaksanakan.
Domain utama dari unsur proses belajar tersebut di atas, tentunya akan memiliki batas yang menaunginya yaitu :
1. Peran orang tua siswa yang dalam proses belajar mengajar merupakan salah satu unsur yang memberikan arahan bagi siswa dalam menyelesaikan proses belajarnya. Adapun fungsi kontrol atas proses belajar dan mengajar ini peran orang tua siswa di wujudkan menjadi suatu komite sekolah yang tugas dan fungsinya mengontrol semua sistem yang terdapat di sekolah, dari pihak eksternal, serta mempromosikan sekolah ke lingkungan luar sekolah, melakukan rapat dengan para orang tua siswa baik di awal penerimaan siswa baru maupun rapat yang ada kaitannya di luar sekolah.
2. Peran Depdiknas
3. Lingkungan sekolah yang merupakan batas yang dapat memberikan kontribusi langsung
maupun tidak langsung terhadap kualitas pendidikan tersebut.
4. Sarana dan Prasarana yang ada di sekolah tersebut dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem yang ada disekolah tersebut, dan merupakan salah satu pendukung perkembangan sekolah.
5. Standarisasi dan pengawasan merupakan salah satu point penting yang memberikan
dukungan sistem sekolah ke arah yang lebih baik.
6. Dana Pendidikan
Dari tahapan pendefinisian ide tersebut di atas, dapat dilihat bahwa dari suatu ide
sederhana yaitu membangun sistem informasi sekolah dapat menjadi berubah menjadi suatu konsep yang kompleks.
Menurut sumber lain, dunia pendidikan Indonesia, ternyata masih banyak sekali yang
belum bisa merasakan apa itu pendidikan. Hal yang menarik adalah ketatnya peraturan
pemerintah mengenai standarisasi nilai kelulusan yang setiap tahunnya selalu naik, ide yang bagus untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, tapi mereka yang duduk di sana tidak menoleh ke belakang apa yang seharusnya dibutuhkan masyarakat.
“Seandainya saya diangkat sebagai Mentri Depertemen Perencanaan dan Perancangan Sistem Informasi Nasional. Saya akan mengubah Sistem pendidikan yang ada di indonesia menjadi Sistem Informasi Pendidikan Terkomputerisasi”(Penulis artikel dari sumber yang bersangkutan). Ada beberapa hal yang menarik yang perlu kita pertimbangkan, Yaitu :
1. Metode pelajaran yang berbeda antara di kota dan di desa.
2. Kurangnya pemerataan pendidikan.
3. Banyak kebijakan/aturan pendidikan yang mengalami perubahan yang tidak jelas.
4. Dunia pendidikan sangat tertinggal dibandingkan dengan perkembanan teknologi
dinformasi dalam perkembangan zaman.
5. Metode pembelajaran yang masih baku dalam arti pelajar masih kurang komunikatif dan inspiratif dalam mengemukakan komentarnya. Pelajar hanya mendengarkan dan selalu
berorientasi hanya kepada guru saja.
6. Tidak adanya pertukaran informasi, pengetahuan dan sumber daya antara sekolah yang satu dengan yang lainnya (tidak adanya networking dalam membangun dunia
pendidikan).
7. Kurangnya fasilitas sarana dan prasarana pendidikan yang berbasis teknologi.
8. Sumber daya manusia yang terlibat dalam proses pendidikan belum mempunyai
kemampuan multi dimensi yang dapat merangsang multi intelensia pelajar.
Untuk itu diperlukan satu wadah yang mampu menampung Aspirasi tersebut. Suatu
lembaga pendidikan yang mampu mengatasi persoalan masyarakat. Lembaga yang ditunjuk
yang berada dipusat.
Inspirasi yang timbul dalam diri saya adalah setiap sekolah diberikan fasilitas teknologi komputerisasi yang nantinya akan membangun suatu situs web masing-masing sekolah. Web ini akan berisikan keadaan sekolah baik secara fisik maupun non fisik, sarana dan prasarana saat ini termasuk teknologinya, jumlah guru dan murid sehingga setiap sekolah nantinya bisa bertukar informasi satu sama lainnya.
Selanjutnya situs web ini akan ditampung dalam satu server yang terletak di provinsi
masing-masing yang terhubung dengan daerahnya. Kemudian seluruh propinsi ini
mengumpulkan situs web sekolah ke lembaga yang ditunjuk tadi sehingga terkumpul menjadi satu web nasional. Disinilah Link seluruh sekolah yang ada di Indonesia, disini pulalah kita bisa bertukar informasi mengenai sekolah masing-masing.
Dari pembahasan mengenai istilah manajemen sistem informasi ini, kita bisa mengetahui aspek-aspek yang diperlukan dalam membangun sistem tersebut.
Sumber :
Davis, G., and M. Olson, Management Information Systems, 1984.Manajemen
Pendidikan Indonesia.
http://visiquantum.blogspot.com/2008/08/manajemen-sistem-informasi-pendidikan.html
http://www.rekasel.com/download/Simpedu.pdf
http://www.vitraining.com/products/CIVITAS2x%20%20Academic%20Information%20S
ystem/Brosur%20Civitas2x.pdf
http://oyowartoyo.files.wordpress.com/2008/07/msp304-tugas-1-kebijakan-manajemensistem-
pendidikan1.pdf
http://www.cs.ui.ac.id/staf/zhasibua/2007003.pdf
http://pdfdatabase.com/download_file_i.php?qq=pengertian%20manajemen%20sistem%
20informasi%20pendidikan&file=13086126&desc=Draft+Sistem+Informasi+.doc
http://www.ditplb.or.id/files/SI_PLB.pdf
http://www.scribd.com/doc/3846099/MANAJEMEN-SISTEM-EVALUASI-PENDIDIKAN
http://mmt.its.ac.id/library/?p=4767
http://www.scribd.com/doc/8336496/Analisis-Peranan-Sistem-Informasi-Manajemen-
Berbasis-Komputer-Dalam-Proses-Pengambilan
http://mugi.or.id/blogs/oke/archive/2008/09/12/membangun-sistem-informasipendidikan-
bagian-i-dari-banyak-tulisan.aspx
http://cumyzigar.blogspot.com/2008/01/sistem-informasi-pendidikan.html
http://blog.re.or.id/konsep-dasar-sistem-informasi-definisi-sistem-informasi.htm
Sumber : Wahyu Widianingsih, UNY 2009
SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS SMS (SHORT MESSAGE SERVICE)
Sistem Informasi Akademik
Berbasis SMS (Short Message Service)
Pendidikan merupakan hal yang penting sekali bagi ketahanan maupun
peningkatan kualitas hidup setiap masyarakat. Proses pendidikan dapat
terlaksana dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah proses pengajaran di
lembaga pendidikan.
Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika saat ini semakin
mempermudah manusia dalam mengakses informasi. Salah satunya layanan
informasi menggunakan SMS (Short Message Service). Layanan informasi ini
memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi nilai ataupun keuangan
dengan cepat, dapat diakses dari mana saja dan kapan saja.
Dengan Sistem Informasi Akademik Berbasis SMS, mahasiswa dengan
sangat mudah bisa mengetahui Nilai Mata Kuliah, Indeks Prestasi dan IPK dalam
hitungan detik dan tanpa melalui birokrasi. Mahasiswa cukup kirim SMS maka
sistem SMS Akademik akan membalas SMS secara langsung. Informasi yang
diberikan kepada mahasiswa via SMS Akademik adalah : Nilai Mata Kuliah, IP,
IPK.
1. SMS (SHORT MESSAGE SERVICE)
Short Message Service (SMS) adalah salah satu tipe Instant Messaging
(IM) yang memungkinkan user untuk bertukar pesan singkat kapanpun,
walaupun user sedang melakukan call data/suara. SMS dihantarkan pada
channel signal GSM (Global System for Mobile Communication) spesifikasi teknis
ETSI. SMS juga digunakan pada teknnologi GPRS dan CDMA. SMS menjamin
pengiriman pesan oleh jaringan, jika terjadi kegagalan pesan akan disimpan
dahulu di jaringan, pengiriman paket SMS bersifat out of band dan menggunakan
bandwidth rendah.
a. Arsitektur SMS
SMS dimaksudkan untuk menjadi alat pertukaran informasi antara
dua mobile subscriber. Elemen-elemen utama pada arsitektur SMS terdiri
dari Short Message Entity (SME), SMS Service Centre (SMSC) dan Email
Gateway yang terkoneksi dengan elemen-elemen pada GSM sebagai
channel penghantar. Berikut ini adalah gambar arsitektur SMS pada
jaringan GSM.
Gambar SMS pada jaringan GSM
Gambar berikut ini menunjukkan dua GSM network dan komponen yang
relevan untuk menyampaikan pesan dari end user A ke end user B :
Gambar Susunan Jaringan dan Aliran Message
�� SMS dikirim melalui MSC/VLR ke SMSC di PLMN (Public Land Moile
Network) A. Ini merupakan sebuah pesan MAP “forward SM”, termasuk
nomor MSISDN asal A dan MSISDN tujuan B.
�� Karena end user B berada di PLMN B, SMSC harus merouting
informasi dari HLR PLMN B. Untuk melakukannya, SMSC mengirim
MAP “send routing info for SM” dengan nomor MSISDN B.
�� HLR mengirim kembali IMSI dari end user B dan VLR nya
�� SMSC mengirim SMS sebagai MAP message melalui MSC/VLR ke end
user B.
b. Basic Features SMS
SMS mempunyai beberapa basic feature, seperti :
1) Message Submission and Delivery
Terdiri dari message sending dan message delivery. Pada message
sending, pesan dikirm dari MS ke SMSC, dialamatkan ke SME lain
sebagai mobile user lain atau host internet. Originator (asal) SME
menentukan validity period dari pesan tersebut, pesan yang sudah
tidak valid lagi akan dihapus oleh SMSC sepanjang pengiriman
pesan. Fitur ini dikenal sebagai Short Message-Mobile Originated
(SM-MO).
Pada message delivery, pesan disampaikan oleh SMSC ke MS.
Dikenal sebagai Short Message Mobile Terminated (SM-MT). SM-MO
dan SM-MT dapat dikirim / diterima saat voice call atau koneksi data
sedang berlangsung. Pada GSM pesan dikirim pada channel
SDCCH/SACCH, pada GPRS pesan dikirim pada channel PDTCH.
2) Status Report
SME asal (originator) meminta status report pada pengiriman pesan
singkat ke SME penerima (recipient). Status report memberikan
indikasi pada user asal apakah pesan terkirim dengan sukses atau
tidak kepada SME penerima.
3) Reply Path
Replay Path dapat diatur oleh SME asal (atau SMSC serving) untuk
mengindikasikan bahwa SMSC serving dan mampu untuk
menghandle secara langsung reply dari SME penerima.
c. Ancaman Keamanan SMS
SMS bukan merupakan pilihan terbaik untuk komunikasi yang
aman. Kebanyakan user tidak menyadari betapa mudahnya mencuri isi
sebuah pesan. Spesifikasi dan teknologi mendasar dari SMS masih
banyak terdapat celah keamanan yang menyebabkan SMS bukan
merupakan jalur aman untuk pertukaran informasi. Dibutuhkan channel
komunikasi yang aman yang mempertimbangkan solusi encrypted end to
end pada perangkat dengan fitur keamanan sebagai fitur tambahan.
1) Keterbatasan keamanan pada GSM
Keterbatasan keamanan pada GSM sebagai teknologi carrier SMS
menjadi salah satu ancaman keamanan pada SMS. Terdapat caracara
untuk menguping pada GSM call. Call ini hanya dienkripsi dan
didekripsi antara BTS dan MS, elemen jaringan yang lain hampir
tidak terproteksi sama sekali. Jika seorang penyusup mempunyai
akses ke jaringan SS7, yang digunakan oleh operator GSM, semua
call dan trafik signaling nyaris tidak terproteksi. Seorang penyusup
juga mungkin mendapatkan akses ke HLR, yang menyimpan semua
informasi subscriber, walaupun biasanya diproteksi dengan baik
tetapi menjadi tantangan tersendiri bagi penyusup.
Cara lain untuk menyusup pada GSM call adalah dengan mencari
tahu secret key dari subscriber, yang merupakan basis keamanan
GSM. Keterbatasan keamanan pada GSM membuat teknologi carrier
ini mudah untuk di snooping dan interception. Penyerangan Snooping
biasanya dilakukan pada perangkat jaringan di elemen store dan
forward. Sedangkan Inerception biasanya masuk melalui udara dan
jaringan kabel.
d. Aspek yang dipertimbangkan pada SMS Security
Ditinjau dari ancaman keamanan pada teknologi SMS, maka
terdapat aspek-aspek yang perlu diperhatikan, yaitu :
�� Privacy / Confidentiality
Jaminan kerahasiaan data yang ditransmisikan. Ancaman terhadap
confidentiality ini antara lain : sniffer (penyusup), keylogger
(penyadap kunci), dll. Dapat diproteksi dengan kriptografi / enkripsi
�� Integrity
Jaminan keutuhan data sampai ke end user. Ancaman terhadap
integrity ini antara lain : spoofing, virus, trojan horse,dll. Dapat
diproteksi dengan message authentication code (MAC), (digital)
signature, (digital) certificate, hash function
�� Authentication
Menjamin keaslian data. Ancaman terhadap authentication ini
antara lain : spoofing message, identitas palsu, password palsu,
terminal palsu, situs web gadungan. Dapat diproteksi dengan digital
certifies
2. DATABASE
Database merupakan kumpulan data-data dalam bentuk tabel yang saling
berhubungan yang disimpan dalam media perangkat keras computer yang dapat
diambil lagi sebagai informasi. Elemen-elemen penyusun database antara lain :
a) Tabel, merupakan kumpulan record dengan format field yang sama.
Satu tabel biasanya mempresentasikan data satu objek maupun kolom
satu kejadian dalam sebuah sistem.
b) Field/kolom, merupakan bagian terkecil dari tabel yang digunakan untuk
menyimpan item informasi.
c) Record/baris, merupakan sekumpulan field yang berhubungan erat,
yang menggambarkan satu informasi.
d) Primary key/kunci primer adalah suatu field yang nilainya unik dan
digunakan sebagai kunci yang membedakan record satu dengan
lainnya.
e) Relationship/hubungan, merupakan hubungan antara satu tabel dengan
tabel yang lain.
f) Query, digunakan untuk menyaring dan menampilkan data yang
mmenuhi criteria tertentu dari satu tabel atau lebih. Query dapat dibuat
dengan bahasa SQL maupun dengan desain query.
g) DBMS (Database Manajemen Sistem), merupakan kumpulan program
untuk membuat dan merawat/mengelola database.
h) Sistem Database, merupakan gabungan database dengan manajemen
database.
Pembuatan database ini untuk menampung dan menyimpan data-data
yang diinputkan maupun data yang disajikan kepada pengirim SMS. Dari
database yang telah didesain, administrator dapat mengubah data awal dengan
memasukkan data secara langsung pada sel-sel yang tersedia sesuai field
sehingga secara otomatis tabel tersebut telah memiliki data.
Pembuatan sistem informasi ini melibatkan objek database berupa tabel
untuk menyimpan data yang tersusun berdasarkan record dan field. Dalam
pembuatan tabel dibutuhkan pengaturan property pada setiap field yang nantinya
pengaturan tersebut akan menentukan proses pengolahan database lebih lanjut.
Beberapa property yang mungkin terdapat pada tiap tipe data (text, memo,
number, date time, currency, autonumber, yes no, OLE Object, hyperlink, dan
lookup wizard) field adalah :
1) Field Size (Text/Number)
2) Format
3) Input Max
4) Desimal Place
5) Caption
6) Default Value
7) Validation Rule
8) Validation Text
9) Required
10) Allow Zero Length
11) Indexed
Untuk mengkoneksikan database dengan program aplikasi digunakan
ODBC (Open Database Connectivity). ODBC adalah Application Programming
Interface (API) yang dikembangkan Microsoft untuk konektivitas data. Data yang
berada pada database Access dapat terintegrasi dengan program untuk dialogic
menggunakan pemrograman Visual Basic 6.0.
a. Activex Data Object (Ado)
ActiveX Data Object adalah teknologi yang memudahkan
menambah database pada halaman web. ADO digunakan untuk menulis
script yang kompak dan scalable untuk menghubungkan ke OLE DB
compliant dat sources. OLE DB adalah sistem level programming
interface yang menyediakan standart set dari COM interface untuk
mengekspor fungsi database management system dengan ADO’s object
model dengan mudah mengakses interfaceini untuk menambah fungsi
database pada aplikasi web. ADO juga digunakan untuk mengakses
Open Database Connectivity (ODBC) compliant database.
b. MFC (Microsoft Foundation Class)
MFC merupakan application framework untuk pemrograman
Microsoft Windows. MFC menyediakan sebagian besar kode yang
diperlukan untuk mengatur window, menu, dan dialog box, menunjukkan
input/output, penyimpanan koleksi data, dan sebagainya.
MFC menyederhanakan pemrograman database dengan Data Access
Object (DAO) dan Open Database Connectivity (ODBC) dan
pemrograman jaringan dengan windows socket.
ODBC merupakan interface yang memperbolehkan user mengakses data
pada database. ODBC menyediakan API yang memperbolehkan aplikasi
menjadi independent pada database management system (DBMS).
MFC database class berdasar ODBC didesain untuk menyediakan akses
database dimana driver ODBC telah tersedia. Karenanya aplikasi bisa
mengakses data pada format data yang berbeda dan konfigurasi yang
berbeda pula. User harus memiliki driver ODBC 32 bit untuk mengakses
data dan memanipulasi data pada tabel.
REFERENSI
1. John. Wiley. and. Sons., “MOBILE MESSAGING TECHNOLOGIES AND
SERVICES SMS, EMS and MMS. 2ed.”, Mar 2005. eBook-DDU. pdf
2. A Brief Introduction to Secure SMS Messaging in MIDP FORUM NOKIA
Version 1.0; September 23, 2003. pdf
3. www.nexustelecom.com/fileadmin/documents/Whitepaper/White_Paper_SM
S_Spam_NexusNETVIEW_Ed_2.1.pdf
4. www.cs.huji.ac.il/~sans/students_lectures/GSM%20Attacks.ppt
5. Denis Pankratov, Dmitri Kramarenko. 2004. SMS spoofing - Q&A with CCRC
staff. http://www.crime_research.org/interviews/sms-spoofing-intro
6. Job de Haas. 2001. Mobile security: SMS and WAP nada.
http://www.itsec.gov.cn/web portal/download.ppt
7. Prihatini, Ekawati. Aspek Keamanan Pada Jalur Komunikasi Short Message
Service. 2006. E-Book.pdf
8. Sun Microsystem. 2003. System Management Services Software: An Inside
Look. http://www.informit,com/articles.html
9. SMS Sequrity. http://www.odysseytec.com/solutions/sms security.html
10. SMS Sequrity Essential.
http://www.microsoft.com/smsserver/techinfo/deployment/secessential
11. http://www.ilmukomputer.com
12. Yuliana, Mike, ST. Sistem Informasi Via Telepon2006. E-Book.pdf
Sumber : Chun Chun Hendarto, UPI 2009
Berbasis SMS (Short Message Service)
Pendidikan merupakan hal yang penting sekali bagi ketahanan maupun
peningkatan kualitas hidup setiap masyarakat. Proses pendidikan dapat
terlaksana dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah proses pengajaran di
lembaga pendidikan.
Perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika saat ini semakin
mempermudah manusia dalam mengakses informasi. Salah satunya layanan
informasi menggunakan SMS (Short Message Service). Layanan informasi ini
memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi nilai ataupun keuangan
dengan cepat, dapat diakses dari mana saja dan kapan saja.
Dengan Sistem Informasi Akademik Berbasis SMS, mahasiswa dengan
sangat mudah bisa mengetahui Nilai Mata Kuliah, Indeks Prestasi dan IPK dalam
hitungan detik dan tanpa melalui birokrasi. Mahasiswa cukup kirim SMS maka
sistem SMS Akademik akan membalas SMS secara langsung. Informasi yang
diberikan kepada mahasiswa via SMS Akademik adalah : Nilai Mata Kuliah, IP,
IPK.
1. SMS (SHORT MESSAGE SERVICE)
Short Message Service (SMS) adalah salah satu tipe Instant Messaging
(IM) yang memungkinkan user untuk bertukar pesan singkat kapanpun,
walaupun user sedang melakukan call data/suara. SMS dihantarkan pada
channel signal GSM (Global System for Mobile Communication) spesifikasi teknis
ETSI. SMS juga digunakan pada teknnologi GPRS dan CDMA. SMS menjamin
pengiriman pesan oleh jaringan, jika terjadi kegagalan pesan akan disimpan
dahulu di jaringan, pengiriman paket SMS bersifat out of band dan menggunakan
bandwidth rendah.
a. Arsitektur SMS
SMS dimaksudkan untuk menjadi alat pertukaran informasi antara
dua mobile subscriber. Elemen-elemen utama pada arsitektur SMS terdiri
dari Short Message Entity (SME), SMS Service Centre (SMSC) dan Email
Gateway yang terkoneksi dengan elemen-elemen pada GSM sebagai
channel penghantar. Berikut ini adalah gambar arsitektur SMS pada
jaringan GSM.
Gambar SMS pada jaringan GSM
Gambar berikut ini menunjukkan dua GSM network dan komponen yang
relevan untuk menyampaikan pesan dari end user A ke end user B :
Gambar Susunan Jaringan dan Aliran Message
�� SMS dikirim melalui MSC/VLR ke SMSC di PLMN (Public Land Moile
Network) A. Ini merupakan sebuah pesan MAP “forward SM”, termasuk
nomor MSISDN asal A dan MSISDN tujuan B.
�� Karena end user B berada di PLMN B, SMSC harus merouting
informasi dari HLR PLMN B. Untuk melakukannya, SMSC mengirim
MAP “send routing info for SM” dengan nomor MSISDN B.
�� HLR mengirim kembali IMSI dari end user B dan VLR nya
�� SMSC mengirim SMS sebagai MAP message melalui MSC/VLR ke end
user B.
b. Basic Features SMS
SMS mempunyai beberapa basic feature, seperti :
1) Message Submission and Delivery
Terdiri dari message sending dan message delivery. Pada message
sending, pesan dikirm dari MS ke SMSC, dialamatkan ke SME lain
sebagai mobile user lain atau host internet. Originator (asal) SME
menentukan validity period dari pesan tersebut, pesan yang sudah
tidak valid lagi akan dihapus oleh SMSC sepanjang pengiriman
pesan. Fitur ini dikenal sebagai Short Message-Mobile Originated
(SM-MO).
Pada message delivery, pesan disampaikan oleh SMSC ke MS.
Dikenal sebagai Short Message Mobile Terminated (SM-MT). SM-MO
dan SM-MT dapat dikirim / diterima saat voice call atau koneksi data
sedang berlangsung. Pada GSM pesan dikirim pada channel
SDCCH/SACCH, pada GPRS pesan dikirim pada channel PDTCH.
2) Status Report
SME asal (originator) meminta status report pada pengiriman pesan
singkat ke SME penerima (recipient). Status report memberikan
indikasi pada user asal apakah pesan terkirim dengan sukses atau
tidak kepada SME penerima.
3) Reply Path
Replay Path dapat diatur oleh SME asal (atau SMSC serving) untuk
mengindikasikan bahwa SMSC serving dan mampu untuk
menghandle secara langsung reply dari SME penerima.
c. Ancaman Keamanan SMS
SMS bukan merupakan pilihan terbaik untuk komunikasi yang
aman. Kebanyakan user tidak menyadari betapa mudahnya mencuri isi
sebuah pesan. Spesifikasi dan teknologi mendasar dari SMS masih
banyak terdapat celah keamanan yang menyebabkan SMS bukan
merupakan jalur aman untuk pertukaran informasi. Dibutuhkan channel
komunikasi yang aman yang mempertimbangkan solusi encrypted end to
end pada perangkat dengan fitur keamanan sebagai fitur tambahan.
1) Keterbatasan keamanan pada GSM
Keterbatasan keamanan pada GSM sebagai teknologi carrier SMS
menjadi salah satu ancaman keamanan pada SMS. Terdapat caracara
untuk menguping pada GSM call. Call ini hanya dienkripsi dan
didekripsi antara BTS dan MS, elemen jaringan yang lain hampir
tidak terproteksi sama sekali. Jika seorang penyusup mempunyai
akses ke jaringan SS7, yang digunakan oleh operator GSM, semua
call dan trafik signaling nyaris tidak terproteksi. Seorang penyusup
juga mungkin mendapatkan akses ke HLR, yang menyimpan semua
informasi subscriber, walaupun biasanya diproteksi dengan baik
tetapi menjadi tantangan tersendiri bagi penyusup.
Cara lain untuk menyusup pada GSM call adalah dengan mencari
tahu secret key dari subscriber, yang merupakan basis keamanan
GSM. Keterbatasan keamanan pada GSM membuat teknologi carrier
ini mudah untuk di snooping dan interception. Penyerangan Snooping
biasanya dilakukan pada perangkat jaringan di elemen store dan
forward. Sedangkan Inerception biasanya masuk melalui udara dan
jaringan kabel.
d. Aspek yang dipertimbangkan pada SMS Security
Ditinjau dari ancaman keamanan pada teknologi SMS, maka
terdapat aspek-aspek yang perlu diperhatikan, yaitu :
�� Privacy / Confidentiality
Jaminan kerahasiaan data yang ditransmisikan. Ancaman terhadap
confidentiality ini antara lain : sniffer (penyusup), keylogger
(penyadap kunci), dll. Dapat diproteksi dengan kriptografi / enkripsi
�� Integrity
Jaminan keutuhan data sampai ke end user. Ancaman terhadap
integrity ini antara lain : spoofing, virus, trojan horse,dll. Dapat
diproteksi dengan message authentication code (MAC), (digital)
signature, (digital) certificate, hash function
�� Authentication
Menjamin keaslian data. Ancaman terhadap authentication ini
antara lain : spoofing message, identitas palsu, password palsu,
terminal palsu, situs web gadungan. Dapat diproteksi dengan digital
certifies
2. DATABASE
Database merupakan kumpulan data-data dalam bentuk tabel yang saling
berhubungan yang disimpan dalam media perangkat keras computer yang dapat
diambil lagi sebagai informasi. Elemen-elemen penyusun database antara lain :
a) Tabel, merupakan kumpulan record dengan format field yang sama.
Satu tabel biasanya mempresentasikan data satu objek maupun kolom
satu kejadian dalam sebuah sistem.
b) Field/kolom, merupakan bagian terkecil dari tabel yang digunakan untuk
menyimpan item informasi.
c) Record/baris, merupakan sekumpulan field yang berhubungan erat,
yang menggambarkan satu informasi.
d) Primary key/kunci primer adalah suatu field yang nilainya unik dan
digunakan sebagai kunci yang membedakan record satu dengan
lainnya.
e) Relationship/hubungan, merupakan hubungan antara satu tabel dengan
tabel yang lain.
f) Query, digunakan untuk menyaring dan menampilkan data yang
mmenuhi criteria tertentu dari satu tabel atau lebih. Query dapat dibuat
dengan bahasa SQL maupun dengan desain query.
g) DBMS (Database Manajemen Sistem), merupakan kumpulan program
untuk membuat dan merawat/mengelola database.
h) Sistem Database, merupakan gabungan database dengan manajemen
database.
Pembuatan database ini untuk menampung dan menyimpan data-data
yang diinputkan maupun data yang disajikan kepada pengirim SMS. Dari
database yang telah didesain, administrator dapat mengubah data awal dengan
memasukkan data secara langsung pada sel-sel yang tersedia sesuai field
sehingga secara otomatis tabel tersebut telah memiliki data.
Pembuatan sistem informasi ini melibatkan objek database berupa tabel
untuk menyimpan data yang tersusun berdasarkan record dan field. Dalam
pembuatan tabel dibutuhkan pengaturan property pada setiap field yang nantinya
pengaturan tersebut akan menentukan proses pengolahan database lebih lanjut.
Beberapa property yang mungkin terdapat pada tiap tipe data (text, memo,
number, date time, currency, autonumber, yes no, OLE Object, hyperlink, dan
lookup wizard) field adalah :
1) Field Size (Text/Number)
2) Format
3) Input Max
4) Desimal Place
5) Caption
6) Default Value
7) Validation Rule
8) Validation Text
9) Required
10) Allow Zero Length
11) Indexed
Untuk mengkoneksikan database dengan program aplikasi digunakan
ODBC (Open Database Connectivity). ODBC adalah Application Programming
Interface (API) yang dikembangkan Microsoft untuk konektivitas data. Data yang
berada pada database Access dapat terintegrasi dengan program untuk dialogic
menggunakan pemrograman Visual Basic 6.0.
a. Activex Data Object (Ado)
ActiveX Data Object adalah teknologi yang memudahkan
menambah database pada halaman web. ADO digunakan untuk menulis
script yang kompak dan scalable untuk menghubungkan ke OLE DB
compliant dat sources. OLE DB adalah sistem level programming
interface yang menyediakan standart set dari COM interface untuk
mengekspor fungsi database management system dengan ADO’s object
model dengan mudah mengakses interfaceini untuk menambah fungsi
database pada aplikasi web. ADO juga digunakan untuk mengakses
Open Database Connectivity (ODBC) compliant database.
b. MFC (Microsoft Foundation Class)
MFC merupakan application framework untuk pemrograman
Microsoft Windows. MFC menyediakan sebagian besar kode yang
diperlukan untuk mengatur window, menu, dan dialog box, menunjukkan
input/output, penyimpanan koleksi data, dan sebagainya.
MFC menyederhanakan pemrograman database dengan Data Access
Object (DAO) dan Open Database Connectivity (ODBC) dan
pemrograman jaringan dengan windows socket.
ODBC merupakan interface yang memperbolehkan user mengakses data
pada database. ODBC menyediakan API yang memperbolehkan aplikasi
menjadi independent pada database management system (DBMS).
MFC database class berdasar ODBC didesain untuk menyediakan akses
database dimana driver ODBC telah tersedia. Karenanya aplikasi bisa
mengakses data pada format data yang berbeda dan konfigurasi yang
berbeda pula. User harus memiliki driver ODBC 32 bit untuk mengakses
data dan memanipulasi data pada tabel.
REFERENSI
1. John. Wiley. and. Sons., “MOBILE MESSAGING TECHNOLOGIES AND
SERVICES SMS, EMS and MMS. 2ed.”, Mar 2005. eBook-DDU. pdf
2. A Brief Introduction to Secure SMS Messaging in MIDP FORUM NOKIA
Version 1.0; September 23, 2003. pdf
3. www.nexustelecom.com/fileadmin/documents/Whitepaper/White_Paper_SM
S_Spam_NexusNETVIEW_Ed_2.1.pdf
4. www.cs.huji.ac.il/~sans/students_lectures/GSM%20Attacks.ppt
5. Denis Pankratov, Dmitri Kramarenko. 2004. SMS spoofing - Q&A with CCRC
staff. http://www.crime_research.org/interviews/sms-spoofing-intro
6. Job de Haas. 2001. Mobile security: SMS and WAP nada.
http://www.itsec.gov.cn/web portal/download.ppt
7. Prihatini, Ekawati. Aspek Keamanan Pada Jalur Komunikasi Short Message
Service. 2006. E-Book.pdf
8. Sun Microsystem. 2003. System Management Services Software: An Inside
Look. http://www.informit,com/articles.html
9. SMS Sequrity. http://www.odysseytec.com/solutions/sms security.html
10. SMS Sequrity Essential.
http://www.microsoft.com/smsserver/techinfo/deployment/secessential
11. http://www.ilmukomputer.com
12. Yuliana, Mike, ST. Sistem Informasi Via Telepon2006. E-Book.pdf
Sumber : Chun Chun Hendarto, UPI 2009
GAGAL KULIT
GAGAL KULIT
Istilah “Gagal Jantung” dan “Gagal Ginjal” tidak asing lagi di telinga kita sebagai praktisi di bidang kesehatan. Tapi pernahkan kita mendengar istilah “Gagal Kulit”?. Ya…”Gagal Kulit” atau “Skin Failure” merupakan istilah yang relatif baru dan masih terasa asing di telinga kita. Hal ini disebabkan kita jarang memandang kulit sebagai sebuah organ dan bagian integral dari system tubuh.
Padahal kulit merupakan system organ tubuh yang terbesar yang sangat beresiko untuk mengalami kerusakan baik akibat injury eksternal maupun injury internal. Seperti halnya miokardium, dapat mengalami ischemic hinggal infark akibat gangguan suplay oksigen. Kulit dapat mengalami kerusakan hingga kematian akibat gangguan suplay oksigen seperti adanya peningkatan interface pressure lebih dari 32 mmHg dapat menyebabkan decubitus.
Sayangnya, berdasarkan hasil kongres organ-organ internal tubuh kita yang dihadiri oleh Jantung, ginjal, hati, kulit. Sayangnya kulit kaki tidak dapat hadir karena mengalami leg ulcer, kulit bokong pun tidak bisa datang karena mengalami decubitus, apalagi kulit tangan baru saja kena luka bakar akiabt ledakan tabung gas 3 Kg, hehehe…
Kongres dipimpin oleh Mr. Otak dan menyepakati sebuah consensus yang berbunyi “Kepada seluruh organ-organ tubuh dengan ini dinyatakan bahwa apabila terjadi gangguan hemodinamik dalam bentuk apapun, maka suplay darah harus diutamakan ke otak, hati, dan ginjal” Kulit walaupun sebagai organ yang terbesar dan terluas namun memiliki suara minoritas akhirnya kalah. Oleh karena itu sejak saat itulah manakala terjadi ggn sirkulasi darah seperti penurunan cardiac output maka alirah darah ke kulit akan dikurangi karena dianggap organ yang ‘tidak penting”!.
Sumber : www.griyaafiat.blogspot.com
Istilah “Gagal Jantung” dan “Gagal Ginjal” tidak asing lagi di telinga kita sebagai praktisi di bidang kesehatan. Tapi pernahkan kita mendengar istilah “Gagal Kulit”?. Ya…”Gagal Kulit” atau “Skin Failure” merupakan istilah yang relatif baru dan masih terasa asing di telinga kita. Hal ini disebabkan kita jarang memandang kulit sebagai sebuah organ dan bagian integral dari system tubuh.
Padahal kulit merupakan system organ tubuh yang terbesar yang sangat beresiko untuk mengalami kerusakan baik akibat injury eksternal maupun injury internal. Seperti halnya miokardium, dapat mengalami ischemic hinggal infark akibat gangguan suplay oksigen. Kulit dapat mengalami kerusakan hingga kematian akibat gangguan suplay oksigen seperti adanya peningkatan interface pressure lebih dari 32 mmHg dapat menyebabkan decubitus.
Sayangnya, berdasarkan hasil kongres organ-organ internal tubuh kita yang dihadiri oleh Jantung, ginjal, hati, kulit. Sayangnya kulit kaki tidak dapat hadir karena mengalami leg ulcer, kulit bokong pun tidak bisa datang karena mengalami decubitus, apalagi kulit tangan baru saja kena luka bakar akiabt ledakan tabung gas 3 Kg, hehehe…
Kongres dipimpin oleh Mr. Otak dan menyepakati sebuah consensus yang berbunyi “Kepada seluruh organ-organ tubuh dengan ini dinyatakan bahwa apabila terjadi gangguan hemodinamik dalam bentuk apapun, maka suplay darah harus diutamakan ke otak, hati, dan ginjal” Kulit walaupun sebagai organ yang terbesar dan terluas namun memiliki suara minoritas akhirnya kalah. Oleh karena itu sejak saat itulah manakala terjadi ggn sirkulasi darah seperti penurunan cardiac output maka alirah darah ke kulit akan dikurangi karena dianggap organ yang ‘tidak penting”!.
Sumber : www.griyaafiat.blogspot.com
TEKNIK DAN MACAM PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
TEKNIK DAN MACAM PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Oleh : Junaedi
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK UNTUK SALURAN PENCERNAAN
DEFINISI
Pemeriksaan yang dilakukan untuk sistem pencernaan terdiri dari:
# Endoskop (tabung serat optik yang digunakan untuk melihat struktur dalam dan untuk memperoleh jaringan dari dalam tubuh)
# Rontgen
# Ultrasonografi (USG)
# Perunut radioaktif
# Pemeriksaan kimiawi.
Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut bisa membantu dalam menegakkan diagnosis, menentukan lokasi kelainan dan kadang mengobati penyakit pada sistem pencernaan.
Pada beberapa pemeriksaan, sistem pencernaan harus dikosongkan terlebih dahulu; ada juga pemeriksaan yang dilakukan setelah 8-12 jam sebelumnya melakukan puasa; sedangkan pemeriksaan lainnya tidak memerlukan persiapan khusus.
Langkah pertama dalam mendiagnosis kelainan sistem pencernaan adalah riwayat medis dan pemeriksaan fisik.
Tetapi gejala dari kelainan pencernaan seringkali bersifat samar sehingga dokter mengalami kesulitan dalam menentukan kelainan secara pasti.
Kelainan psikis (misalnya kecemasan dan depresi) juga bisa mempengaruhi sistem pencernaan dan menimbulkan gejala-gejalanya.
Pemeriksaan Kerongkongan
1. Pemeriksaan barium.
Penderita menelan barium dan perjalanannya melewati kerongkongan dipantau melalui fluoroskopi (teknik rontgen berkesinambungan yang memungkinkan barium diamati atau difilmkan).
Dengan fluoroskopi, dokter bisa melihat kontraksi dan kelainan anatomi kerongkongan (misalnya penyumbatan atau ulkus). Gambaran ini seringkali direkam pada sebuah film atau kaset video.
Selain cairan barium, bisa juga digunakan makanan yang dilapisi oleh barium, sehingga bisa ditentukan lokasi penyumbatan atau bagian kerongkongan yang tidak berkontraksi secara normal.
Cairan barium yang ditelan bersamaan dengan makanan yang dilapisi oleh barium bisa menunjukkan kelainan seperti:
- selaput kerongkongan (dimana sebagian kerongkongan tersumbat oleh jaringan fibrosa)
- divertikulum Zenker (kantong kerongkongan)
- erosi dan ulkus kerongkongan
- varises kerongkongan
- tumor.
2. Manometri.
Manometri adalah suatu pemeriksaan dimana sebuah tabung dengan alat pengukur tekanan dimasukkan ke dalam kerongkongan.
Dengan alat ini (alatnya disebut manometer) dokter bisa menentukan apakah kontraksi kerongkongan dapat mendorong makanan secara normal atau tidak.
3. Pengukuran pH kerongkongan.
Mengukur keasaman kerongkongan bisa dilakukan pada saat manometri.
Pemeriksaan ini digunakan untuk menentukan apakah terjadi refluks asam atau tidak.
4. Uji Bernstein (Tes Perfusi Asam Kerongkongan).
Pada pemeriksaan ini sejumlah kecil asam dimasukkan ke dalam kerongkongan melalui sebuah selang nasogastrik.
Pemeriksaan ini digunakan untuk menentukan apakah nyeri dada disebabkan karena iritasi kerongkongan oleh asam dan merupakan cara yang baik untuk menentukan adanya peradangan kerongkongan (esofagitis).
Intubasi
Intubasi adalah memasukkan sebuah selang plastik kecil yang lentur melalui hidung atau mulut ke dalam lambung atau usus halus.
Prosedur ini bisa digunakan untuk keperluan diagnostik maupun pengobatan.
Intubasi bisa menyebabkan muntah dan mual, tetapi tidak menimbulkan nyeri.
Ukuran selang yang digunakan bervariasi, tergantung kepada tujuan dilakukannya prosedur ini (apakah untuk diagnosik atau pengobatan).
1. Intubasi Nasogastrik.
Pada intubasi nasogastrik, sebuah selang dimasukkan melalui hidung menuju ke lambung.
Prosedur ini digunakan untuk mendapatkan contoh cairan lambung, untuk menentukan apakah lambung mengandung darah atau untuk menganalisa keasaman, enzim dan karakteristik lainnya.
Pada korban keracunan, contoh cairan lambung ini dianalisa untuk mengetahui racunnya. Kadang selang terpasang agak lama sehingga lebih banyak contoh cairan yang bisa didapat.
Intubasi nasogastrik juga bisa digunakan untuk memperbaiki keadaan tertentu:
- Untuk menghentikan perdarahan dimasukkan air dingin
- Untuk memompa atau menetralkan racun diberikan karbon aktif
- Pemberian makanan cair pada penderita yang mengalami kesulitan menelan.
Kadang intubasi nasogastrik digunakan secara berkesinambungan untuk mengeluarkan isi lambung. Ujung selang biasanya dihubungkan dengan alat penghisap, yang akan mengisap gas dan cairan dari lambung.
Cara ini membantu mengurangi tekanan yang terjadi jika sistem pencernaan tersumbat atau tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
2. Intubasi Nasoenterik.
Pada intubasi nasoenterik, selang yang dimasukkan melalui hidung lebih panjang, karena harus melewati lambung untuk menuju ke usus halus.
Prosedur ini bisa digunakan untuk:
- mendapatkan contoh isi usus
- mengeluarkan cairan
- memberikan makanan.
Sebuah selang yang dihubungkan dengan suatu alat kecil di ujungnya bisa digunakan untuk biopsi (mengambil contoh jaringan usus halus untuk diperiksa secara mikroskopik atau untuk analisa aktivitas enzim).
Lambung dan usus halus tidak dapat merasakan nyeri, sehingga kedua prosedur diatas tidak menimbulkan nyeri.
Endoskopi
Endoskopi adalah pemeriksaan struktur dalam dengan menggunakan selang/tabung serat optik yang disebut endoskop.
Endoskop yang dimasukkan melalui mulut bisa digunakan untuk memeriksa:
- kerongkongan (esofagoskopi)
- lambung (gastroskopi)
- usus halus (endoskopi saluran pencernaan atas).
Jika dimasukkan melalui anus, maka endoskop bisa digunakan untuk memeriksa:
- rektum dan usus besar bagian bawah (sigmoidoskopi)
- keseluruhan usus besar (kolonoskopi).
Diameter endoskop berkisar dari sekitar 0,6 cm-1,25 cm dan panjangnya berkisar dari sekitar 30 cm-150 cm.
Sistem video serat-optik memungkinkan endoskop menjadi fleksibel menjalankan fungsinya sebagai sumber cahaya dan sistem penglihatan.
Banyak endoskop yang juga dilengkapi dengan sebuah penjepit kecil untuk mengangkat contoh jaringan dan sebuah alat elektronik untuk menghancurkan jaringan yang abnormal.
Dengan endoskop dokter dapat melihat lapisan dari sistem pencernaan, daerah yang mengalami iritasi, ulkus, peradangan dan pertumbuhan jaringan yang abnormal. Biasanya diambil contoh jaringan untuk keperluan pemeriksaan lainnya.
Endoskop juga bisa digunakan untuk pengobatan. Berbagai alat yang berbeda bisa dimasukkan melalui sebuah saluran kecil di dalam endoskop:
Elektrokauter bisa digunakan untuk menutup suatu pembuluh darah dan menghentikan perdarahan atau untuk mengangkat suatu pertumbuhan yang kecil
- Sebuah jarum bisa digunakan untuk menyuntikkan obat ke dalam varises kerongkongan dan menghentikan perdarahannya.
Sebelum endoskop dimasukkan melalui mulut, penderita biasanya dipuasakan terlebih dahulu selama beberapa jam. Makanan di dalam lambung bisa menghalangi pandangan dokter dan bisa dimuntahkan selama pemeriksaan dilakukan.
Sebelum endoskop dimasukkan ke dalam rektum dan kolon, penderita biasanya menelan obat pencahar dan enema untuk mengosongkan usus besar.
Komplikasi dari penggunaan endoskopi relatif jarang.
Endoskopi dapat mencederai atau bahkan menembus saluran pencernaan, tetapi biasanya endoskopi hanya menyebabkan iritasi pada lapisan usus dan perdarahan ringan.
Laparoskopi
Laparoskopi adalah pemeriksaan rongga perut dengan menggunakan endoskop
Laparoskopi biasanya dilakukan dalam keadaan penderita terbius total.
Setelah kulit dibersihkan dengan antiseptik, dibuat sayatan kecil, biasanya di dekat pusar. Kemudian endoskop dimasukkan melalui sayatan tersebut ke dalam rongga perut.
Dengan laparoskopi dokter dapat:
- mencari tumor atau kelainan lainnya
- mengamati organ-organ di dalam rongga perut
- memperoleh contoh jaringan
- melakukan pembedahan perbaikan.
Rontgen
1. Foto polos perut.
Foto polos perut merupakan foto rontgen standar untuk perut, yang tidak memerlukan persiapan khusus dari penderita.
Sinar X biasanya digunakan untuk menunjukkan:
- suatu penyumbatan
- kelumpuhan saluran pencernaan
- pola udara abnormal di dalam rongga perut
- pembesaran organ (misalnya hati, ginjal, limpa).
2. Pemeriksaan barium.
Setelah penderita menelan barium, maka barium akan tampak putih pada foto rontgen dan membatasi saluran pencernaan, menunjukkan kontur dan lapisan dari kerongkongan, lambung dan usus halus.
Barium yang terkumpul di daerah abnormal menunjukkan adanya ulkus, erosi, tumor dan varises kerongkongan.
Foto rontgen bisa dilakukan pada waktu-waktu tertentu untuk menunjukkan keberadaan barium. Atau digunakan sebuah fluoroskop untuk mengamati pergerakan barium di dalam saluran pencernaan. Proses ini juga bisa direkam.
Dengan mengamati perjalanan barium di sepanjang saluran pencernaan, dokter dapat menilai:
- fungsi kerongkongan dan lambung
- kontraksi kerongkongan dan lambung
- penyumbatan dalam saluran pencernaan.
Barium juga dapat diberikan dalam bentuk enema untuk melapisi usus besar bagian bawah. Kemudian dilakukan foto rontgen untuk menunjukkan adanya polip, tumor atau kelainan struktur lainnya.
Prosedur ini bisa menyebabkan nyeri kram serta menimbulkan rasa tidak nyaman.
Barium yang diminum atau diberikan sebagai enema pada akhirnya akan dibuang ke dalam tinja, sehingga tinja tampak putih seperti kapur.
Setelah pemeriksaan, barium harus segera dibuang karena bisa menyebabkan sembelit yang berarti. Obat pencahar bisa diberikan untuk mempercepat pembuangan barium.
Parasentesis
Parasentesis adalah memasukkan jarum ke dalam rongga perut dan mengambil cairannya.
Dalam keadaan normal, rongga perut diluar saluran pencernaan hanya mengandung sejumlah kecil cairan. Cairan bisa terkumpul dalam keadaan-keadaan tertentu, seperti perforasi lambung atau usus, penyakit hati, kanker atau pecahnya limpa.
Parasentesis digunakan untuk memperoleh contoh cairan untuk keperluan pemeriksaan atau untuk membuang cairan yang berlebihan.
Pemeriksaan fisik (kadang disertai dengan USG) dilakukan sebelum parasentesis untuk memperkuat dugaan bahwa rongga perut mengandung cairan yang berlebihan.
Selanjutnya daerah kulit (biasanya tepat dibawah pusar) dibersihkan dengan larutan antiseptik dan dibius lokal. Melalui kulit dan otot dinding perut, dimasukkan jarum yang dihubungkan dengan tabung suntik ke dalam rongga perut dimana cairan terkumpul.
Sejumlah kecil cairan diambil untuk pemeriksaan laboratorium atau sampai 0,96 liter cairan diambil untuk mengurangi pembengkakan perut.
USG Perut
USG menggunakan gelombang udara untuk menghasilkan gambaran dari organ-organ dalam.
USG bisa menunjukkan ukuran dan bentuk berbagai organ (misalnya hati dan pankreas) dan juga bisa menunjukkan daerah abnormal di dalamnya.
USG juga dapat menunjukkan adanya cairan.
Tetapi USG bukan alat yang baik untuk menentukan permukaan saluran pencernaan, sehingga tidak digunakan untuk melihat tumor dan penyebab perdarahan di lambung, usus halus atau usus besar.
USG merupakan prosedur yang tidak menimbulkan nyeri dan tidak memiliki resiko.
Pemeriksa menekan sebuah alat kecil di dinding perut dan mengarahkan gelombang suara ke berbagai bagian perut dengan menggerakkan alat tersebut. Gambaran dari organ dalam bisa dilihat pada layar monitor dan bisa dicetak atau direkam dalam filem video.
Pemeriksaan Darah Samar
Perdarahan di dalam saluran pencernaan dapat disebabkan baik oleh iritasi ringan maupun kanker yang serius.
Bila perdarahannya banyak, bisa terjadi muntah darah, dalam tinja terdapat darah segar atau mengeluarkan tinja berwarna kehitaman (melena).
Jumlah darah yang terlalu sedikit sehingga tidak tampak atau tidak merubah penampilan tinja, bisa diketahui secara kimia; dan hal ini bisa merupakan petunjuk awal dari adanya ulkus, kanker dan kelainan lainnya.
Pada pemeriksaan colok dubur, dokter mengambil sejumlah kecil tinja . Contoh ini diletakkan pada secarik kertas saring yang mengandung zat kimia. Setelah ditambahkan bahan kimia lainnya, warna tinja akan berubah bila terdapat darah.
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK PADA SISTEM RESPIRASI
Pemeriksaan pada sistem respirasi terutama untuk pemenuhan kebutuhan oksigenasi diantaranya adalah :
• Analisa Gas Darah (AGD);
• Laboratorium Darah Rutin;
• Mantoux Test;
• Pemeriksaan Sputum.
Pemeriksaan lain pada sistem respirasi antara lain :
• Rontgen Thoraks;
• Watersail Drainage (WSD);
ANALISA GAS DARAH (AGD)
AGD memberikan determinasi objektif tentang oksigenasi darah arteri, pertukaran gas alveoli dan keseimbangan asam dan basa. AGD dilakukan dengan pengambilan sampel darah yang berasal dari arteri radialis, brachialis atau femoralis dengan sudut kemiringan jarum 90 derajat. Pada pemeriksaan AGD spuit yang digunakan untuk mengambil sampel darah harus diberi heparin terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya pembekuan darah.
Sebelum mengambil darah arteri, maka harus dilakukan tes Allen’s terlebih dahulu, yaitu pengkajian cepat sirkulasi kolateral pada tangan. Tes ini penting dilakukan sebelum mengambil darah arteri radialis.
Cara Test Allen’s :
Sumbat kedua arteri pada pergelangan tangan (arteri radialis dan ulnaris) dengan cara menekannya. Mintakan klien untuk mengepalkan tangannya, kemudian mintakan melepas kepalannya maka akan terlihat telapak tangannya akan pucat, dan jika tekanan pada arteri radialis dan ulnaris dilepas maka segera telapak tangan klien akan merah muda yang menandakan adanya sirkulasi kolateral.
Setelah darah diambil maka spit ditutup untuk mencegah kontak dengan udara luar dan letakkan pada tempat yang dingin (kulkas atau termos es) sampai waktu dianalisis.
Hasil Analisa Gas Darah Arteri Normal sebagai berikut :
Fungsi Pernafasan Pengukuran Nilai Normal
Keseimbangan Asam Basa pH : Konsentrasi ion hidrogen
PaO2 : Tekanan parsial kelarutan oksigen dalam darah 7,35-7,45
80-100 mmHg
Oksigenasi (Saturasi) SaO2 : Persentase ikatan oksigen dengan hemoglobin 95% atau lebih
Validasi PaCO2 : Tekanan parsial kelarutan karbondioksida dalam darah 35-45 mmHg
Keterangan :
• PaO2 merupakan indikator klinis untuk mengetahui status oksigenasi. Bila nilainya < 80 mmHg mengindikasikan bahwa klien terjadi Hipoksemia.
• SaO2 atau saturasi oksigen merupakan parameter oksigen terikat oleh hemoglobin. SaO2 ini mempunyai hubungan dengan PaO2 yaitu menggambarkan kurva disosiasi oksihemoglobin.
• pH menyatakan kepekaan ion hidrogen dan keasaman zat yang ditimbulkannya. Apabila terjadi penambahan atau peningkatan konsentrasi ion hidrogen, maka keadaan bersifat asam dan pH akan turun. Sebaliknya, bila tubuh bersifat basa atau alkali, maka pH akan meningkat.
PEMERIKSAAN LABORATORIUM DARAH RUTIN
Pemeriksaan darah rutin meluputi pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), Angka Leukosit (AL/WBC (white blood concentrasion), angka eritrosit (RBC (red blood concentrasion), Laju Endap Darah (LED), Hematokrit (Hmt atau HCT (hemacrite concentration time).
Pada pemeriksaan darah rutin biasanya sampel darah diambil dari darah vena. Pemeriksaan Hb bertujuan untuk menetapkan atau mengetahui kadar Hb dalam darah. Hemoglobin merupakan senyawa yang terdiri dari hematin yang terbentuk dari ferros (zat besi) dan globulin yang merupakan molekul protein makro. Kemampuan Hb untuk mengikat oksigen karena adanya protein globulin yang mampu mengikat oksigen.
Pemeriksaan LED dilakukan untuk mengetahui kecepatan waktu darah mengendap setelah diberi koagulan.
Caranya : Sediakan tabung/botol yang telah diisi dengan 0,4 ml larutan natrium sitrat 3,8%. Isap darah vena sebanyak 1,6 ml dan masukan kedalam botol tadi, kemudian campur dengan menggoyangkannya, isap campuran darah tadi dengan pipet westergren sampai garis 0 mm. Biarkan pipet dalam sikap tegak pada rak selama 60 menit, kemudian bacalah tinggi lapisan plasma pada jam pertama dan jam kedua dari 0 sampai batas plasma dengan endapan darah. Hasil pemeriksaan dinyatakan dalam milimeter per jam dan 2 jam.
Nilai Normal Pemeriksaan Darah Rutin
PEMERIKSAAN NILAI NORMAL
Hemoglobin (Hb) Pria : 14-18 gr/dl
Wanita : 12-16 gr/dl
Angka Leukosit (AL) 5.000 – 10.000/mm3
Angka Eritrosit Pria : 4,5-5,5 juta/mm3
Wanita : 4-5 juta/mm3
Laju Endap Darah (LED) Pria : 0-10 mm/jam
Wanita : 0-20 mm/jam
Hematokrit
MANTOUX TEST / TUBERKULIN TEST
Digunakan untuk mendeteksi invasi dan berkembangnya myocobacterium tuberculosa dengan menyuntikkan Purified Protein Derivate (PPD) secara intradermal (subcutan).
Peralatan : PPD, spuit tuberkulin dengan jarum nomor 25, handscoon, kapas alkohol.
Caranya :
• Tanyakan klien apakah sudah pernah tes tuberkulin adan apakah hasilnya positif ataupun pernah divaksinasi BCG.
Rasional : Seseorang yang pernah tes tuberkulin ataupun divaksinasi BCG maka hasil tesnya akan lebih sering positif. Hasil tes tuberkulin dikatakan positif jika indurasi (penebalan) kulit bekas suntikan 10 mm atau lebih. Pada yang pernah dites tuberkulin atau pernah divaksin BCG maka indurasinya akan lebih dari 15 mm.
• Tanyakan pada klien apakah selama 4 minggu terakhir pernah menderita penyakit akibat virus atau pernah divaksinasi.
Rasional : Vaksinasi da penyakit virus akan menekan sistem imun dan dapat mempengaruhi hasil tes tuberkulin.
• Pemeriksa memakai handscoon untuk proteksi diri.
• Pilih tempat tes pada permukaan ventral anterior lengan bawah
Rasional : area ini bebas dari pembuluh darah, bulu atau tanda lainnya.
• Dengan gerakan melingkar, bersihkan tempat tersebut dengan kapas alkohol sebagai desinfektan.
• Dengan tangan dominan ambil spuit dan pegang spuit sehingga membentuk sudut 10-15 derajat terhadap kulit dengan bagian beel jarum menghadap ke atas. Perlaan tusukan jarum kedalam lapisan kulit atas sampai mulut bevel tersumbat kulit dan terdapat benjolan pada area kulit yang disuntik.
• Buang semua peralatan kotor pada tempat khusus sampah medis.
• Lepaskan handscoon dan cuci tangan steril.
• Evaluasi hasil maksimal akan terlihat dalam waktu 48-72 jam dan ukur indurasinya.
• Jelaskan hasil pada klien, jika hasil positif maka buat rujukan untuk screening/pengobatan lebih lanjut. Tes positif menunjukkan klien terpapar terhadap tuberkulosa dan diperlukan evaluasi lanjut.
• Dokumentasikan hasil tes.
PEMERIKSAAN SPUTUM/DAHAK
Dilakukan jika diduga terdapat penyakt paru-paru seperti bronchitis kronis, TBC. Pada saat terjadi infeksi dan inflamasi pada saluran pernafasan maka membran mukosa saluran pernafasan akan berespon dengan mengeluarkan sekresinya yang sering mengandung mikroorganisme penyebab penyakit.
Pemeriksaan sputum mencakup pemeriksaan :
• Pewarnaan gram
Pemeriksaan dengan pewarnaan gram dapat memberikan informasi tentang jenis mikroorganisme untuk menegakkan diagnosis presumatif.
• Kultur sputum
Dilakukan untuk mengidentifikasi organisme spesifik guna menegakkan diagnosis definitif.
• Sensitivitas
Berfungsi sebagai pedoman terapi antibiotik dengan mengidentifikasi antibiotik yang mencegah pertumbuhan organisme yang terdapat dalam sputum.
• Tes Basil Tahan Asam (BTA Test)
Dilakukan untuk menentukan adanya mycobacterium tuberculosa.
• Sitologi
Ditujukan untuk mengidentifikasi adanya keganasan pada saluran pernafasan.
• Tes Kuantitatif
Pengumpulan sputum selama 24-72 jam
Pada pemeriksaan sputum, biasanya sampel sputum diambil pada sputum midsterm atau sputum pada pagi hari.
Caranya : Informasikan sebelumnya pada klien untuk diambil sputumnya. Siapkan perlatan untuk pengambilan sputum, yaitu gelas berisi air hangat, bengkok dan tissue atau kalau perlu air teh manis dan obat batuk GG. Anjurkan klien untuk minum dulu untuk mempermudah sputum keluar, kemudian anjurkan klien membatukkan sputumnya pada bengkok yang telah disediakan. Jika belum bisa keluar maka coba beberapa kali, jika belum keluar juga maka anjurkan klien untuk minum air teh manis hangat dulu. Hal ini bahwa air gula akan dapat mengikat dan mengumpalkan sputum sehingga akan lebih mudah dikeluarkan. Jika masih belum bisa maka anjurkan klien untuk minum obat GG sebagai pengencer dahak.
Oleh : Junaedi
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK UNTUK SALURAN PENCERNAAN
DEFINISI
Pemeriksaan yang dilakukan untuk sistem pencernaan terdiri dari:
# Endoskop (tabung serat optik yang digunakan untuk melihat struktur dalam dan untuk memperoleh jaringan dari dalam tubuh)
# Rontgen
# Ultrasonografi (USG)
# Perunut radioaktif
# Pemeriksaan kimiawi.
Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut bisa membantu dalam menegakkan diagnosis, menentukan lokasi kelainan dan kadang mengobati penyakit pada sistem pencernaan.
Pada beberapa pemeriksaan, sistem pencernaan harus dikosongkan terlebih dahulu; ada juga pemeriksaan yang dilakukan setelah 8-12 jam sebelumnya melakukan puasa; sedangkan pemeriksaan lainnya tidak memerlukan persiapan khusus.
Langkah pertama dalam mendiagnosis kelainan sistem pencernaan adalah riwayat medis dan pemeriksaan fisik.
Tetapi gejala dari kelainan pencernaan seringkali bersifat samar sehingga dokter mengalami kesulitan dalam menentukan kelainan secara pasti.
Kelainan psikis (misalnya kecemasan dan depresi) juga bisa mempengaruhi sistem pencernaan dan menimbulkan gejala-gejalanya.
Pemeriksaan Kerongkongan
1. Pemeriksaan barium.
Penderita menelan barium dan perjalanannya melewati kerongkongan dipantau melalui fluoroskopi (teknik rontgen berkesinambungan yang memungkinkan barium diamati atau difilmkan).
Dengan fluoroskopi, dokter bisa melihat kontraksi dan kelainan anatomi kerongkongan (misalnya penyumbatan atau ulkus). Gambaran ini seringkali direkam pada sebuah film atau kaset video.
Selain cairan barium, bisa juga digunakan makanan yang dilapisi oleh barium, sehingga bisa ditentukan lokasi penyumbatan atau bagian kerongkongan yang tidak berkontraksi secara normal.
Cairan barium yang ditelan bersamaan dengan makanan yang dilapisi oleh barium bisa menunjukkan kelainan seperti:
- selaput kerongkongan (dimana sebagian kerongkongan tersumbat oleh jaringan fibrosa)
- divertikulum Zenker (kantong kerongkongan)
- erosi dan ulkus kerongkongan
- varises kerongkongan
- tumor.
2. Manometri.
Manometri adalah suatu pemeriksaan dimana sebuah tabung dengan alat pengukur tekanan dimasukkan ke dalam kerongkongan.
Dengan alat ini (alatnya disebut manometer) dokter bisa menentukan apakah kontraksi kerongkongan dapat mendorong makanan secara normal atau tidak.
3. Pengukuran pH kerongkongan.
Mengukur keasaman kerongkongan bisa dilakukan pada saat manometri.
Pemeriksaan ini digunakan untuk menentukan apakah terjadi refluks asam atau tidak.
4. Uji Bernstein (Tes Perfusi Asam Kerongkongan).
Pada pemeriksaan ini sejumlah kecil asam dimasukkan ke dalam kerongkongan melalui sebuah selang nasogastrik.
Pemeriksaan ini digunakan untuk menentukan apakah nyeri dada disebabkan karena iritasi kerongkongan oleh asam dan merupakan cara yang baik untuk menentukan adanya peradangan kerongkongan (esofagitis).
Intubasi
Intubasi adalah memasukkan sebuah selang plastik kecil yang lentur melalui hidung atau mulut ke dalam lambung atau usus halus.
Prosedur ini bisa digunakan untuk keperluan diagnostik maupun pengobatan.
Intubasi bisa menyebabkan muntah dan mual, tetapi tidak menimbulkan nyeri.
Ukuran selang yang digunakan bervariasi, tergantung kepada tujuan dilakukannya prosedur ini (apakah untuk diagnosik atau pengobatan).
1. Intubasi Nasogastrik.
Pada intubasi nasogastrik, sebuah selang dimasukkan melalui hidung menuju ke lambung.
Prosedur ini digunakan untuk mendapatkan contoh cairan lambung, untuk menentukan apakah lambung mengandung darah atau untuk menganalisa keasaman, enzim dan karakteristik lainnya.
Pada korban keracunan, contoh cairan lambung ini dianalisa untuk mengetahui racunnya. Kadang selang terpasang agak lama sehingga lebih banyak contoh cairan yang bisa didapat.
Intubasi nasogastrik juga bisa digunakan untuk memperbaiki keadaan tertentu:
- Untuk menghentikan perdarahan dimasukkan air dingin
- Untuk memompa atau menetralkan racun diberikan karbon aktif
- Pemberian makanan cair pada penderita yang mengalami kesulitan menelan.
Kadang intubasi nasogastrik digunakan secara berkesinambungan untuk mengeluarkan isi lambung. Ujung selang biasanya dihubungkan dengan alat penghisap, yang akan mengisap gas dan cairan dari lambung.
Cara ini membantu mengurangi tekanan yang terjadi jika sistem pencernaan tersumbat atau tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
2. Intubasi Nasoenterik.
Pada intubasi nasoenterik, selang yang dimasukkan melalui hidung lebih panjang, karena harus melewati lambung untuk menuju ke usus halus.
Prosedur ini bisa digunakan untuk:
- mendapatkan contoh isi usus
- mengeluarkan cairan
- memberikan makanan.
Sebuah selang yang dihubungkan dengan suatu alat kecil di ujungnya bisa digunakan untuk biopsi (mengambil contoh jaringan usus halus untuk diperiksa secara mikroskopik atau untuk analisa aktivitas enzim).
Lambung dan usus halus tidak dapat merasakan nyeri, sehingga kedua prosedur diatas tidak menimbulkan nyeri.
Endoskopi
Endoskopi adalah pemeriksaan struktur dalam dengan menggunakan selang/tabung serat optik yang disebut endoskop.
Endoskop yang dimasukkan melalui mulut bisa digunakan untuk memeriksa:
- kerongkongan (esofagoskopi)
- lambung (gastroskopi)
- usus halus (endoskopi saluran pencernaan atas).
Jika dimasukkan melalui anus, maka endoskop bisa digunakan untuk memeriksa:
- rektum dan usus besar bagian bawah (sigmoidoskopi)
- keseluruhan usus besar (kolonoskopi).
Diameter endoskop berkisar dari sekitar 0,6 cm-1,25 cm dan panjangnya berkisar dari sekitar 30 cm-150 cm.
Sistem video serat-optik memungkinkan endoskop menjadi fleksibel menjalankan fungsinya sebagai sumber cahaya dan sistem penglihatan.
Banyak endoskop yang juga dilengkapi dengan sebuah penjepit kecil untuk mengangkat contoh jaringan dan sebuah alat elektronik untuk menghancurkan jaringan yang abnormal.
Dengan endoskop dokter dapat melihat lapisan dari sistem pencernaan, daerah yang mengalami iritasi, ulkus, peradangan dan pertumbuhan jaringan yang abnormal. Biasanya diambil contoh jaringan untuk keperluan pemeriksaan lainnya.
Endoskop juga bisa digunakan untuk pengobatan. Berbagai alat yang berbeda bisa dimasukkan melalui sebuah saluran kecil di dalam endoskop:
Elektrokauter bisa digunakan untuk menutup suatu pembuluh darah dan menghentikan perdarahan atau untuk mengangkat suatu pertumbuhan yang kecil
- Sebuah jarum bisa digunakan untuk menyuntikkan obat ke dalam varises kerongkongan dan menghentikan perdarahannya.
Sebelum endoskop dimasukkan melalui mulut, penderita biasanya dipuasakan terlebih dahulu selama beberapa jam. Makanan di dalam lambung bisa menghalangi pandangan dokter dan bisa dimuntahkan selama pemeriksaan dilakukan.
Sebelum endoskop dimasukkan ke dalam rektum dan kolon, penderita biasanya menelan obat pencahar dan enema untuk mengosongkan usus besar.
Komplikasi dari penggunaan endoskopi relatif jarang.
Endoskopi dapat mencederai atau bahkan menembus saluran pencernaan, tetapi biasanya endoskopi hanya menyebabkan iritasi pada lapisan usus dan perdarahan ringan.
Laparoskopi
Laparoskopi adalah pemeriksaan rongga perut dengan menggunakan endoskop
Laparoskopi biasanya dilakukan dalam keadaan penderita terbius total.
Setelah kulit dibersihkan dengan antiseptik, dibuat sayatan kecil, biasanya di dekat pusar. Kemudian endoskop dimasukkan melalui sayatan tersebut ke dalam rongga perut.
Dengan laparoskopi dokter dapat:
- mencari tumor atau kelainan lainnya
- mengamati organ-organ di dalam rongga perut
- memperoleh contoh jaringan
- melakukan pembedahan perbaikan.
Rontgen
1. Foto polos perut.
Foto polos perut merupakan foto rontgen standar untuk perut, yang tidak memerlukan persiapan khusus dari penderita.
Sinar X biasanya digunakan untuk menunjukkan:
- suatu penyumbatan
- kelumpuhan saluran pencernaan
- pola udara abnormal di dalam rongga perut
- pembesaran organ (misalnya hati, ginjal, limpa).
2. Pemeriksaan barium.
Setelah penderita menelan barium, maka barium akan tampak putih pada foto rontgen dan membatasi saluran pencernaan, menunjukkan kontur dan lapisan dari kerongkongan, lambung dan usus halus.
Barium yang terkumpul di daerah abnormal menunjukkan adanya ulkus, erosi, tumor dan varises kerongkongan.
Foto rontgen bisa dilakukan pada waktu-waktu tertentu untuk menunjukkan keberadaan barium. Atau digunakan sebuah fluoroskop untuk mengamati pergerakan barium di dalam saluran pencernaan. Proses ini juga bisa direkam.
Dengan mengamati perjalanan barium di sepanjang saluran pencernaan, dokter dapat menilai:
- fungsi kerongkongan dan lambung
- kontraksi kerongkongan dan lambung
- penyumbatan dalam saluran pencernaan.
Barium juga dapat diberikan dalam bentuk enema untuk melapisi usus besar bagian bawah. Kemudian dilakukan foto rontgen untuk menunjukkan adanya polip, tumor atau kelainan struktur lainnya.
Prosedur ini bisa menyebabkan nyeri kram serta menimbulkan rasa tidak nyaman.
Barium yang diminum atau diberikan sebagai enema pada akhirnya akan dibuang ke dalam tinja, sehingga tinja tampak putih seperti kapur.
Setelah pemeriksaan, barium harus segera dibuang karena bisa menyebabkan sembelit yang berarti. Obat pencahar bisa diberikan untuk mempercepat pembuangan barium.
Parasentesis
Parasentesis adalah memasukkan jarum ke dalam rongga perut dan mengambil cairannya.
Dalam keadaan normal, rongga perut diluar saluran pencernaan hanya mengandung sejumlah kecil cairan. Cairan bisa terkumpul dalam keadaan-keadaan tertentu, seperti perforasi lambung atau usus, penyakit hati, kanker atau pecahnya limpa.
Parasentesis digunakan untuk memperoleh contoh cairan untuk keperluan pemeriksaan atau untuk membuang cairan yang berlebihan.
Pemeriksaan fisik (kadang disertai dengan USG) dilakukan sebelum parasentesis untuk memperkuat dugaan bahwa rongga perut mengandung cairan yang berlebihan.
Selanjutnya daerah kulit (biasanya tepat dibawah pusar) dibersihkan dengan larutan antiseptik dan dibius lokal. Melalui kulit dan otot dinding perut, dimasukkan jarum yang dihubungkan dengan tabung suntik ke dalam rongga perut dimana cairan terkumpul.
Sejumlah kecil cairan diambil untuk pemeriksaan laboratorium atau sampai 0,96 liter cairan diambil untuk mengurangi pembengkakan perut.
USG Perut
USG menggunakan gelombang udara untuk menghasilkan gambaran dari organ-organ dalam.
USG bisa menunjukkan ukuran dan bentuk berbagai organ (misalnya hati dan pankreas) dan juga bisa menunjukkan daerah abnormal di dalamnya.
USG juga dapat menunjukkan adanya cairan.
Tetapi USG bukan alat yang baik untuk menentukan permukaan saluran pencernaan, sehingga tidak digunakan untuk melihat tumor dan penyebab perdarahan di lambung, usus halus atau usus besar.
USG merupakan prosedur yang tidak menimbulkan nyeri dan tidak memiliki resiko.
Pemeriksa menekan sebuah alat kecil di dinding perut dan mengarahkan gelombang suara ke berbagai bagian perut dengan menggerakkan alat tersebut. Gambaran dari organ dalam bisa dilihat pada layar monitor dan bisa dicetak atau direkam dalam filem video.
Pemeriksaan Darah Samar
Perdarahan di dalam saluran pencernaan dapat disebabkan baik oleh iritasi ringan maupun kanker yang serius.
Bila perdarahannya banyak, bisa terjadi muntah darah, dalam tinja terdapat darah segar atau mengeluarkan tinja berwarna kehitaman (melena).
Jumlah darah yang terlalu sedikit sehingga tidak tampak atau tidak merubah penampilan tinja, bisa diketahui secara kimia; dan hal ini bisa merupakan petunjuk awal dari adanya ulkus, kanker dan kelainan lainnya.
Pada pemeriksaan colok dubur, dokter mengambil sejumlah kecil tinja . Contoh ini diletakkan pada secarik kertas saring yang mengandung zat kimia. Setelah ditambahkan bahan kimia lainnya, warna tinja akan berubah bila terdapat darah.
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK PADA SISTEM RESPIRASI
Pemeriksaan pada sistem respirasi terutama untuk pemenuhan kebutuhan oksigenasi diantaranya adalah :
• Analisa Gas Darah (AGD);
• Laboratorium Darah Rutin;
• Mantoux Test;
• Pemeriksaan Sputum.
Pemeriksaan lain pada sistem respirasi antara lain :
• Rontgen Thoraks;
• Watersail Drainage (WSD);
ANALISA GAS DARAH (AGD)
AGD memberikan determinasi objektif tentang oksigenasi darah arteri, pertukaran gas alveoli dan keseimbangan asam dan basa. AGD dilakukan dengan pengambilan sampel darah yang berasal dari arteri radialis, brachialis atau femoralis dengan sudut kemiringan jarum 90 derajat. Pada pemeriksaan AGD spuit yang digunakan untuk mengambil sampel darah harus diberi heparin terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya pembekuan darah.
Sebelum mengambil darah arteri, maka harus dilakukan tes Allen’s terlebih dahulu, yaitu pengkajian cepat sirkulasi kolateral pada tangan. Tes ini penting dilakukan sebelum mengambil darah arteri radialis.
Cara Test Allen’s :
Sumbat kedua arteri pada pergelangan tangan (arteri radialis dan ulnaris) dengan cara menekannya. Mintakan klien untuk mengepalkan tangannya, kemudian mintakan melepas kepalannya maka akan terlihat telapak tangannya akan pucat, dan jika tekanan pada arteri radialis dan ulnaris dilepas maka segera telapak tangan klien akan merah muda yang menandakan adanya sirkulasi kolateral.
Setelah darah diambil maka spit ditutup untuk mencegah kontak dengan udara luar dan letakkan pada tempat yang dingin (kulkas atau termos es) sampai waktu dianalisis.
Hasil Analisa Gas Darah Arteri Normal sebagai berikut :
Fungsi Pernafasan Pengukuran Nilai Normal
Keseimbangan Asam Basa pH : Konsentrasi ion hidrogen
PaO2 : Tekanan parsial kelarutan oksigen dalam darah 7,35-7,45
80-100 mmHg
Oksigenasi (Saturasi) SaO2 : Persentase ikatan oksigen dengan hemoglobin 95% atau lebih
Validasi PaCO2 : Tekanan parsial kelarutan karbondioksida dalam darah 35-45 mmHg
Keterangan :
• PaO2 merupakan indikator klinis untuk mengetahui status oksigenasi. Bila nilainya < 80 mmHg mengindikasikan bahwa klien terjadi Hipoksemia.
• SaO2 atau saturasi oksigen merupakan parameter oksigen terikat oleh hemoglobin. SaO2 ini mempunyai hubungan dengan PaO2 yaitu menggambarkan kurva disosiasi oksihemoglobin.
• pH menyatakan kepekaan ion hidrogen dan keasaman zat yang ditimbulkannya. Apabila terjadi penambahan atau peningkatan konsentrasi ion hidrogen, maka keadaan bersifat asam dan pH akan turun. Sebaliknya, bila tubuh bersifat basa atau alkali, maka pH akan meningkat.
PEMERIKSAAN LABORATORIUM DARAH RUTIN
Pemeriksaan darah rutin meluputi pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), Angka Leukosit (AL/WBC (white blood concentrasion), angka eritrosit (RBC (red blood concentrasion), Laju Endap Darah (LED), Hematokrit (Hmt atau HCT (hemacrite concentration time).
Pada pemeriksaan darah rutin biasanya sampel darah diambil dari darah vena. Pemeriksaan Hb bertujuan untuk menetapkan atau mengetahui kadar Hb dalam darah. Hemoglobin merupakan senyawa yang terdiri dari hematin yang terbentuk dari ferros (zat besi) dan globulin yang merupakan molekul protein makro. Kemampuan Hb untuk mengikat oksigen karena adanya protein globulin yang mampu mengikat oksigen.
Pemeriksaan LED dilakukan untuk mengetahui kecepatan waktu darah mengendap setelah diberi koagulan.
Caranya : Sediakan tabung/botol yang telah diisi dengan 0,4 ml larutan natrium sitrat 3,8%. Isap darah vena sebanyak 1,6 ml dan masukan kedalam botol tadi, kemudian campur dengan menggoyangkannya, isap campuran darah tadi dengan pipet westergren sampai garis 0 mm. Biarkan pipet dalam sikap tegak pada rak selama 60 menit, kemudian bacalah tinggi lapisan plasma pada jam pertama dan jam kedua dari 0 sampai batas plasma dengan endapan darah. Hasil pemeriksaan dinyatakan dalam milimeter per jam dan 2 jam.
Nilai Normal Pemeriksaan Darah Rutin
PEMERIKSAAN NILAI NORMAL
Hemoglobin (Hb) Pria : 14-18 gr/dl
Wanita : 12-16 gr/dl
Angka Leukosit (AL) 5.000 – 10.000/mm3
Angka Eritrosit Pria : 4,5-5,5 juta/mm3
Wanita : 4-5 juta/mm3
Laju Endap Darah (LED) Pria : 0-10 mm/jam
Wanita : 0-20 mm/jam
Hematokrit
MANTOUX TEST / TUBERKULIN TEST
Digunakan untuk mendeteksi invasi dan berkembangnya myocobacterium tuberculosa dengan menyuntikkan Purified Protein Derivate (PPD) secara intradermal (subcutan).
Peralatan : PPD, spuit tuberkulin dengan jarum nomor 25, handscoon, kapas alkohol.
Caranya :
• Tanyakan klien apakah sudah pernah tes tuberkulin adan apakah hasilnya positif ataupun pernah divaksinasi BCG.
Rasional : Seseorang yang pernah tes tuberkulin ataupun divaksinasi BCG maka hasil tesnya akan lebih sering positif. Hasil tes tuberkulin dikatakan positif jika indurasi (penebalan) kulit bekas suntikan 10 mm atau lebih. Pada yang pernah dites tuberkulin atau pernah divaksin BCG maka indurasinya akan lebih dari 15 mm.
• Tanyakan pada klien apakah selama 4 minggu terakhir pernah menderita penyakit akibat virus atau pernah divaksinasi.
Rasional : Vaksinasi da penyakit virus akan menekan sistem imun dan dapat mempengaruhi hasil tes tuberkulin.
• Pemeriksa memakai handscoon untuk proteksi diri.
• Pilih tempat tes pada permukaan ventral anterior lengan bawah
Rasional : area ini bebas dari pembuluh darah, bulu atau tanda lainnya.
• Dengan gerakan melingkar, bersihkan tempat tersebut dengan kapas alkohol sebagai desinfektan.
• Dengan tangan dominan ambil spuit dan pegang spuit sehingga membentuk sudut 10-15 derajat terhadap kulit dengan bagian beel jarum menghadap ke atas. Perlaan tusukan jarum kedalam lapisan kulit atas sampai mulut bevel tersumbat kulit dan terdapat benjolan pada area kulit yang disuntik.
• Buang semua peralatan kotor pada tempat khusus sampah medis.
• Lepaskan handscoon dan cuci tangan steril.
• Evaluasi hasil maksimal akan terlihat dalam waktu 48-72 jam dan ukur indurasinya.
• Jelaskan hasil pada klien, jika hasil positif maka buat rujukan untuk screening/pengobatan lebih lanjut. Tes positif menunjukkan klien terpapar terhadap tuberkulosa dan diperlukan evaluasi lanjut.
• Dokumentasikan hasil tes.
PEMERIKSAAN SPUTUM/DAHAK
Dilakukan jika diduga terdapat penyakt paru-paru seperti bronchitis kronis, TBC. Pada saat terjadi infeksi dan inflamasi pada saluran pernafasan maka membran mukosa saluran pernafasan akan berespon dengan mengeluarkan sekresinya yang sering mengandung mikroorganisme penyebab penyakit.
Pemeriksaan sputum mencakup pemeriksaan :
• Pewarnaan gram
Pemeriksaan dengan pewarnaan gram dapat memberikan informasi tentang jenis mikroorganisme untuk menegakkan diagnosis presumatif.
• Kultur sputum
Dilakukan untuk mengidentifikasi organisme spesifik guna menegakkan diagnosis definitif.
• Sensitivitas
Berfungsi sebagai pedoman terapi antibiotik dengan mengidentifikasi antibiotik yang mencegah pertumbuhan organisme yang terdapat dalam sputum.
• Tes Basil Tahan Asam (BTA Test)
Dilakukan untuk menentukan adanya mycobacterium tuberculosa.
• Sitologi
Ditujukan untuk mengidentifikasi adanya keganasan pada saluran pernafasan.
• Tes Kuantitatif
Pengumpulan sputum selama 24-72 jam
Pada pemeriksaan sputum, biasanya sampel sputum diambil pada sputum midsterm atau sputum pada pagi hari.
Caranya : Informasikan sebelumnya pada klien untuk diambil sputumnya. Siapkan perlatan untuk pengambilan sputum, yaitu gelas berisi air hangat, bengkok dan tissue atau kalau perlu air teh manis dan obat batuk GG. Anjurkan klien untuk minum dulu untuk mempermudah sputum keluar, kemudian anjurkan klien membatukkan sputumnya pada bengkok yang telah disediakan. Jika belum bisa keluar maka coba beberapa kali, jika belum keluar juga maka anjurkan klien untuk minum air teh manis hangat dulu. Hal ini bahwa air gula akan dapat mengikat dan mengumpalkan sputum sehingga akan lebih mudah dikeluarkan. Jika masih belum bisa maka anjurkan klien untuk minum obat GG sebagai pengencer dahak.
Langganan:
Postingan (Atom)