Kamis, 28 April 2011

DICARI MITRA KERJASAMA SBG NARASUMBER / SPONSOR PENYELENGGARAAN PELATIHAN KESEHATAN

Kami membutuhkan mitra kerjasama dalam penyelenggaraan seminar/pelatihan bidang kesehatan (keperawatan, kebidanan, kedokteran, dll) sebagai narasumber/instruktur/sponsor kegiatan.

Pelatihan yang akan kami adakan :

  • Pelatihan EKG Dasar untuk perawat dan bidan;
  • Pelatihan Terapi cairan dan elektrolit untuk perawat dan bidan, dokter.
  • Pelatihan Teknik Bedah Dasar untuk Perawat;
  • Pelatihan Sirkumsisi untuk mahasiswa keperawatan/kedokteran;
  • Pelatihan dasar-dasar kamar bedah untuk perawat.
  • Pelatihan Instruktur Klinik untuk Dosen Kesehatan.
  • Seminar Sistem Informasi kesehatan;
  • Seminar Perawatan Luka Modern,
  • dll

Kami juga sedang membutuhkan mitra investor untuk pendirian klinik perawatan luka dan home care center di kota cirebon dengan investasi dana sebesar Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) yang bekerjasama dengan Wocare Indonesia Bogor dengan sistem bagi hasil 50 : 50 (50% investor dan 50% pengelola)

Jika anda berminat menjadi sponsor untuk kegiatan-kegiatan kami dia atas atau berniat menyelenggarakan kegiatan diatas, silahkan hubungi kami :

Junaedi : 0818232869

PELUANG USAHA MENJADI RESELLER

Bermimpi mempunyai sebuah perusahaan sendiri.....? susah ?

Kini kami perusahaan yang bergerak di bidang jasa IT dan EO akan membagi impian anda memiliki dan menjadi bagian dari perusahaan kami dengan menjadi Reseller / Broker dalam memasarkan produk-produk kami.

Bagi anda yang berhasil mendapatkan order hingga sampai tahap implementasi/pelaksanaan proyek, maka perusahaan akan memberikan komisi anda sebesar 5% dari total bersih nilai proyek yang didapatkan.

Produk-produk kami adalah sebagai berikut :
  • Aplikasi Program Sistem Informasi Keperawatan (SIKep) nilai proyek sekitar Rp. 195.000.000,-
  • Aplikasi program Sistem Informasi Integrasi Puskesmas (SIMPUS) nilai proyek sekitar Rp. 45.000.000,- (single user) untuk puskesmas dan Rp. 120.000.000,- untuk Dinas Kesehatan Kota/Kab.
  • Aplikasi program integrasi Sistem Informasi Akademik (SIAK).
  • Penyalur tenaga kerja;
  • Training Event Organiser untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya;

Buruan gabung dengan kami.....ini baru usaha tanpa modal........


Detail proposal dapat dilihat di blog ini.

Hubungi segera jika anda mendapatkan order :

Junaedi : 0818232869

PELUANG KERJA DI WILAYAH JABODETABEKA

Siapa bilang cari kerja susah ?


Hanya disini solusinya.......... Kami bekerja sama dengan CV. SSA Bekasi akan menyalurkan anda di perusahaan-perusahaan favorit di seluruh wilayah Jabodetabeka (Jakarta, Bogor, depok, Tangerang, Bekasi, Kerawang) dengan gaji sesuai di wilayah setempat.

Persyaratan Calon Tenaga Kerja :
  • Laki - laki dan perempuan;
  • Umur :18 s.d 22 tahun (non pengalaman), 23 s.d 26 tahun (pengalaman bekerja); 
  • Sehat jasmani dan rohani;
  • Tidak berkaca mata dan buta warna;
  • Lulusan SMK (jurusan Teknik Mesin, Listrik, Otomotif)/ SLTA sederajat;
  • Lain-lain : tidak bertato, tidak bertindik, tidak mengundurkan diri minimal dalam 3 bulan pertama;

Sabtu, 05 Februari 2011

ANATOMI FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN

Anatomi dan Fisiologi Sistem Endokrin

Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya, medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf (neural). Jika keduanya dihancurkan atau diangkat, maka fungsi dari kedua kelenjar ini sebagian diambil alih oleh sistem saraf.

Bila sistem endokrin umumnya bekerja melalui hormon, maka sistem saraf bekerja melalui neurotransmiter yang dihasilkan oleh ujung-ujung saraf.

A. Struktur

Terdapat dua tipe kelenjar yaitu eksokrin dan endokrin. Kelenjar eksokrin melepaskan sekresinya ke dalam duktus pada permukaan tubuh, seperti kulit, atau organ internal, seperti lapisan traktus intestinal. Kelenjar endokrin termasuk hepar, pankreas (kelenjar eksokrin dan endokrin), payudara, dan kelenjar lakrimalis untuk air mata. Sebaliknya, kelenjar endokrin melepaskan sekresinya langsung ke dalam darah. Kelenjar endokrin termasuk :1. Pulau Langerhans pada Pankreas2. Gonad (ovarium dan testis)3. Kelenjar adrenal, hipofise, tiroid dan paratiroid, serta timusB. Hormon dan fungsinya Kata hormon berasal dari bahasa Yunani hormon yang artinya membuat gerakan atau membangkitkan. Hormon mengatur berbagai proses yang mengatur

Kamis, 03 Februari 2011

SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT (SIMRS)

SISTEM INFORMASI RUMAH SAKIT

1. Latar Belakang
Rumah sakit sebagai suatu lembaga sosial yang memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat, memiliki sifat sebagai suatu lembaga yang tidak ditujukan untuk mencari
keuntungan atau non profit organization. Walaupun demikian kita tidak dapat menutup mata
bahwa dibutuhkan aiatem informasi di dalam intern rumah sakit.
Rumah Sakit sebagai salah satu organisasi pelayanan di bidang kesehatan telah memiliki
otonomi,sehingga pihak rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang sebaikbaiknya
dengan manajemen yang seefektif mungkin. Hal ini disebabkan oleh setiap
pengambilan keputusan yang tidak tepat akan berakibat pada inefisiensi dan penurunan
kinerja rumah sakit.
Hal tersebut dapat menjadi kendala jika informasi yang tersedia tidak mampu
memberikan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan. Kecanggihan
teknologi bukan merupakan suatu jaminan akan terpenuhinya informasi, melainkan sistem
yang terstruktur, handal dan mampu mengakodomodasi seluruh informasi yang dibutuhkan
yang harus dapat menjawab tantangan yang dihadapi.
Integrasi Sistem Informasi Rumah Sakit merupakan applikasi yang di develop untuk
kebutuhan management Rumah Sakit baik swasta maupun negeri, dimana sistem ini sudah di
dukung dengan fitur dan modul yang lengkap untuk operasional Rumah Sakit
Dengan adanya applikasi ini di harapkan dapat membantu operasional rumah sakit dan
dapat meningkatkan pelayanan rumah sakit.
2. Tujuan
Tujuan pengembangan sistem informasi ini tak lain adalah untuk :
1. Mengembangkan dan memperbaiki sistem yang telah ada sehingga memberikan suatu nilai
tambah bagi manajemen;
2. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam rangka pengelolaan rumah sakit;
3. Memberikan dasar pengawasan bagi manajemen yang kuat dalam bentuk suatu struktur
pengendalian intern didalam sistem yang dikembangkan.
3. Ruang Lingkup Sistem Informasi Kesehatan
Ruang lingkup Aplikasi Sistem Informasi Kesehatan, mencakup pengelolaan
informasi dalam lingkup manajemen pasien (front office management). Lingkup ini antara
lain sebagai berikut:
1. Registrasi Pasien, yang mencatat data/status pasien untuk memudahkan pengidentifikasian
maupun pembuatan statistik dari pasien masuk sampai keluar. Modul ini meliputi
pendaftaran pasien baru/lama, pendaftaran rawat inap/jalan, dan info kamar rawat inap.
2. Rawat Jalan/Poliklinik yang tersedia di rumah sakit, seperti: penyakit dalam, bedah, anak,
obstetri dan ginekologi, KB, syaraf, jiwa, THT, mata, gigi dan mulut, kardiologi,
radiologi, bedah orthopedi, paru-paru, umum, UGD, dan lain-lain sesuai kebutuhan.
Modul ini juga mencatat diagnose dan tindakan terhadap pasien agar tersimpan di dalam
laporan rekam medis pasien.
3. Rawat Inap. Modul ini mencatat diganosa dan tindakan terhadap pasien, konsultasi dokter,
hubungan dengan poliklinik/penunjang medis.
4. Penunjang Medis/Laboratorium, yang mencatat informasi pemeriksaan seperti: ECG, EEG,
USG, ECHO, TREADMIL, CT Scan, Endoscopy, dan lain-lain.
5. Penagihan dan Pembayaran, meliputi penagihan dan pembayaran untuk rawat jalan, rawat
inap dan penunjang medis (laboratorium, radiologi, rehab medik), baik secara langsung
maupun melalui jaminan dari pihak ketiga/asuransi/JPKM. Modul ini juga mencatat
transaksi harian pasien (laboratorium, obat, honor dokter), daftar piutang, manajemen
deposit dan lain-lain.
6. Apotik/Farmasi, yang meliputi pengelolaan informasi inventori dan transaksi obat-obatan.
Melalui lingkup manajemen pasien tersebut dapat diperoleh laporanlaporan mengenai:
1. Pendapatan rawat inap dan jalan secara periodik (harian, bulanan dan tahunan),
2. Penerimaan kasir secara periodik,
3. Tagihan dan kwitansi pembayaran pasien,
4. Rekam medis pasien,
5. Data kegiatan rumah sakit dalam triwulan
6. Data morbiditas pasien rawat inap
7. Data morbiditas pasien rawat jalan
8. Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat inap
9. Data morbiditas penyakit khusus pasien rawat jalan
10. Penerimaan kasir pada bagian farmasi/apotik,
11. Pembelian kasir pada bagian farmasi/apotik,
12. Manajemen ketersediaan obat pada bagian farmasi/apotik,
13. Grafik yang menunjang dalam pengambilan keputusan.
Untuk memudahkan penyajian informasi tersebut, maka laporan-laporan tersebut
dapat diekspor ke berbagai macam format antara lain:
1. Comma separated value (CSF),
2. Data Interchange Format (DIF),
3. Excel (XLS versi 2.1, 3.0, 4.0, 5.0, dan 5.0 tabular),
4. HTML 3.0 (draft standard), 3.2 (extended & standard),
5. Lotus 1-2-3 (WK1, WK3, WK5),
6. ODBC,
7. Rich Text Format (RTF),
8. ext,
9. Word for Windows Document.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi kesehatan merupakan
sebuah sarana sebagai penunjang pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.
Sistem informasi kesehatan yang efektif memberikan dukungan informasi bagi proses
pengambilan keputusan di semua jenjang, bahkan di puskesmas atau rumah sakit kecil
sekalipun. Bukan hanya data, namun juga informasi yang lengkap, tepat, akurat, dan cepat
yang dapat disajikan dengan adanya sistem informasi kesehatan yang tertata dan terlaksana
dengan baik.
Function
a. Subsistem Layanan Kesehatan, yang mengelola kegiatan layanan kesehatan.
b. Subsistem Rekam Medis, yang mengelola data pasien.
c. Subsistem Personalia, yang mengelola data maupun aktivitas tenaga medis maupun tenaga
administratif rumah sakit.
d. Subsistem Keuangan, yang mengelola data-data dan transaksi keuangan.
e. Subsistem Sarana/Prasarana, yang mengelola sarana dan prasarana yang ada di dalam
rumah sakit tersebut, termasuk peralatan medis, persediaan obat-obatan dan bahan habis
pakai lainnya.
f. Subsistem Manajemen Rumah Sakit, yang mengelola aktivitas yang ada didalam rumah
sakit tersebut, termasuk pengelolaan data untuk perencaan jangka panjang, jangka pendek,
pengambilan keputusan dan untuk layanan pihak luar.
Ke 6 subsistem tersebut diatas kemudian harus dijabarkan lagi ke dalam modul-modul
yang sifatnya lebih spesifik. Subsistem Layanan Kesehatan dapat dijabarkan lebih lanjut
menjadi:
a. Modul Rawat Jalan, yang mengelola data-data dan aktivitas layanan medis rawat jalan.
b. Modul Rawat Inap, yang mengelola data-data dan aktivitas layanan medis rawat inap.
c. Modul Layanan Penunjang Medis, termasuk didalamnya tindakan medis, pemeriksaan
laboratorium